Setelah jenna pulang kini Gihan di temenin sama suaminya istirahat di kamar. Gihan berbaring sambil nge-scrool Instagram, sedangkan Victor duduk di meja kerja nya sambil mengurus bisnisnya di laptop.
"Vi." Panggil Gihan sambil duduk di sanderan ranjang.
"Hm?" Victor menyahut seadanya.
"Kita nanti aja ya punya anaknya, soalnya aku mau fokus ke model dulu."
Victor terdiam sebentar, "tapi kalau dikasih rezeki lebih cepat dari yang kita kira, kamu tidak boleh nolak ya." Victor berdiri membawa laptop lalu menghampirinya di ranjang.
"Sayang bisa ambilkan saya cemilan? sekalian buatkan kopi." Suruh victor.
Victor duduk di samping Gihan sambil ikut juga bersandar di kepala ranjang, kakinya ia luruskan buat menaruh laptopnya di paha.
Gihan mengangguk lalu melaksanakan suruhan suaminya.
Ia beranjak untuk ke dapur, meninggalkan kegiatannya yang asik melihat foto Rosie sama Lissa di Paris. Fotonya tersebar di sosial media karena mereka udah resmi jadi BA.
✦
Hampir 10 menit Gihan di dapur, sekarang Gihan kembali ke kamar membawa satu toples kacang sama kopi susu buat Victor.
Gihan menaruh nampannya di nakas, di samping tempat tidur Victor, lalu naik ke atas ranjang.
"Kamu tidak sakit lagi kan saat jalan?" tanya Victor, karena sedari tadi ia memperhatikan gerak-gerik Gihan.
"Udah nggak lagi. Soalnya tadi di kasih tau Ibu, katanya randem pakai air anget." Gihan menjawab sambil berbaring di samping Victor, ia memeluk erat suaminya.
Victor mengangguk pelan, tangannya ia gerakkan untuk mengangkat kepala Gihan buat bersandar di dadanya.
"Ouh iya Vi, kelanjutan Kak Jein sama Jenna itu nanti gimana?"
"Kurang tau. Tapi tadi kata Ayah besok Jein libur, jadi nanti dia bakalan kerumah. Ayah minta kita besok ke sana ajakin Jenna sekalian."
Gihan mengangguk paham, "semoga aja Kak Jein suka ya, kan lucu gitu aku sama Jenna. Tapi Ibu sama Ayah beneran setuju kan?"
Bukannya mengangguk, Victor malah menggeleng, bikin Gihan terheran.
"Ibu belum terlalu setuju sayang. Beliau kan masih tidak tau dengan sifat Jenna."
"Susah ya dapat restu dari Ibu?"
Victor nampak berfikir sebentar, lalu mengangguk.
"Kok aku kemarin langsung di sukain sama Ibu?" tanya Gihan lagi.
"Karena kamu wanita satu-satunya yang saya bawa kerumah. Makanya Ibu langsung setuju." Jelas Victor sambil mencubit pipi Gihan.
Gihan hanya berdehem, ia memejamkan matanya karena ngantuk mulai menyerang.
Victor meminum kopinya sampai habis lalu menoleh ke istrinya, rupanya sudah tertidur nyenyak. Ia mengelus rambut Gihan.
Maaf kalau saya egois sayang. Batinnya.
Victor menaruh laptopnya di dalam laci. Ia mengambil remote dan toples kacang.
Mata memang fokus ke tv yang sedang menyiarkan bola, tapi tangan sudah mengangkat ke atas baju yang Gihan pakai. Bahkan sekarang Victor lagi mengusap usap punggung Gihan yang polos tanpa baju.
KAMU SEDANG MEMBACA
APPROPRIATE
Teen Fiction﹫vsoo ft sehun "Ternyata aku harus merasakan rasa sakit dan kecewa untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang tepat." ── Awalnya hubungan diam-diam antara Gihan dan Eros berjalan dengan tenang selama hampir 3 tahun. Tapi ketika kedatanga...
