twenty

2.1K 318 64
                                        

Sekarang Gihan kalau berangkat Sekolah tuh nggak terlalu semangat.

Masalahnya sebentar lagi mereka ujian, otomatis kelulusan juga ada di depan mata.

Gihan belum terlalu siap buat menjalani hubungan jarak jauh dengan Victor.

"Pucet amat, Han." Tegur Gigi.
Mereka baru datang ke Sekolah.

"Kalau nggak semangat hidup, mending meninggal aja Han." Ujar Kajoya, perempuan si mulut lemes.

"Niatnya sih gue ngajakin kalian bertiga, biar bisa se-circle lagi disana." Sahut Gihan sambil memegang pundak Kajoya.

Kajoya langsung menghempaskan tangan Gihan dari pundaknya. "Dih, sorry nih Han, circle gue di sana para penghuni surga."

Dengan gemas Gihan melilitkan tangannya di leher Kajoya dan membuat Kajoya tercekik lengan Gihan.

"Gue diemin makin ngelunjak lo ya." Ucap Gihan. Tak penting mereka berada di mana sekarang, yang penting adalah memberi pelajaran pada si Kajoya yang mulutnya lemes itu.

"Apa pesan terakhir lo Joy, sebelum jadi hantu Di Sekolah sini, cepat sampaikan sekarang!" lilitan tangan Gihan semakin kencang, membuat Kajoya jadi susah untuk mengeluarkan suara.

"Kajo kalau di biarin, bisa meninggal beneran Jen." Bisik Gigi sambil menyenggol lengan Jenna yang sedang asik merekam.

Jenna mengacuhkan ucapan Gigi, ia mengelilingi kedua temannya sambil terus merekam. Tanpa sadar mereka sekarang jadi tontonan para siswa yang baru saja datang ke Sekolah.

"Jangan dekat jangan dekat, mereka kesurupan." Ucap Jenna sambil terus merekam.

"Gi - Gihan, uhuk! gue beneran n - nggak bisa nafas a - anjing! uhuk!" ucap Kajoya sambil terbatuk-batuk.

"Janji dulu ke gue, kalau di alam sana kita tetap bakal se circle."

Kajoya hanya bisa memaki-maki Gihan didalam hatinya. Gila ini si Gihan.

Sebuah ide terlintas di kepala Kajoya ketika dirinya sudah sekarat. Dengan cepat Kajoya langsung melakukan idenya, yaitu menggigit tangan Gihan sekuat mungkin agar Gihan melepaskan lilitannya.

"Aw!" pekik Gihan ketika tangannya di gigit oleh Kajoya. Gihan pun langsung melepaskan lilitannya dan mengusap kulitnya sendiri yang terasa sangat amat sakit.

Kesempatan bebas itu, Kajoya gunakan buat membalas dendam ke Gihan.

Kajoya menarik tubuh Gihan, hingga menyebabkan Gihan dan dirinya terjatuh ke lantai. Kajoya langsung melilitkan tangannya di leher Gihan.

Karena Kajoya takut Gihan melakukan hal yang sama seperti dirinya, yaitu menggigit tangannya, maka Kajoya langsung memegang kepala Gihan supaya mendongak, agar gadis itu tidak bisa menggigit tangannya.

"Nih, nih, makan noh circle! lo bakal satu squad sama hantu disini." Ucap Kajoya.

Gihan menepuk lantai koridor untuk meminta pertolongan, tapi─‌─‌di abaikan.

"Gi - Gi, tolong Gi!" dengan terbata-bata Gihan mencoba untuk meminta pertolongan pada Gigi.

Tapi, bukannya di tolongin, si Gigi malah ngebantu Jenna merekam.

Emang nggak ada yang waras teman-temannya Gihan mah.

Siswa disini juga malah cuma ngeliatin aja, di kira mereka Kajoya sama Gihan saling bercanda.

Padahal candaan Gihan sama Kajoya tuh extrem.

Akhirnya pahlawan pun datang, yaitu Victor.

Victor langsung melepaskan lilitan tangan Kajoya di leher Gihan.

APPROPRIATETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang