Chaos

1.1K 230 118
                                        

Suara deburan ombak terdengar menenangkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara deburan ombak terdengar menenangkan. Semilir angin menerbangkan helaian rambut mengikuti arahnya. Langit biru senada dengan warna air laut yang terbentang luas. Senyum pun terbias di bibir pria yang tengah memperhatikan wanitanya dari kejauhan.

"Chagiyaa..!" panggilnya lantang.

Gadis itu tidak menoleh. Mungkin terlalu asyik menikmati indahnya pantai di depan mata.

Jimin berlari kecil menghampirinya bersama kekehan geli nan bahagia.

"Kena kau!" Ia memeluk erat tubuh mungil itu dari belakang.

Pun sosok yang dipeluk spontan menoleh terkejut.

"Kau!-" Jimin melepas pelukannya.

"Dimana Gaeun??"

Jimin salah besar. Dia mengira Bae Yujin adalah Kang Gaeun, kekasihnya.

"Dimana dia?!"

Yujin menoleh ke arah kiri tanpa bicara. Jimin pun mengikuti kemana arah manik indah itu tertuju.

"Gaeun..?" lirih Jimin pelan.

Langkah Gaeun semakin dekat menghampiri mereka. Jimin dibuat tertegun dengan penampilan kekasihnya yang sangat anggun nan cantik dengan gaun berwarna putih.

"Kau mencintainya?"

"Huh?"

"Apa kau mencintai Yujin?" jelas Gaeun sekali lagi.

Jimin menatap Yujin lekat-lekat, kemudian berkata, "tidak. Aku sangat membencinya. Karena dia sudah menghancurkan hidupku! Menghancurkan 'kita', Gaeun."

Gaeun tersenyum lembut menanggapi ledakan emosi Jimin.

"Hey.. jangan terlalu kasar padanya," ucap Gaeun penuh sabar. "Wanita baik ini sudah banyak membantuku."

"Apa maksudmu?"

"Dia sudah menjagamu untukku." Gaeun tersenyum sangat manis. Sungguh.

"Tapi-"

"Aku ingin bertanya sekali lagi padamu. Apa kau mencintainya?"

"Aku mencintaimu! Yang aku inginkan hanya dirimu, Kang Gaeun!" tekan Jimin.

"Kumohon kembalilah..."

Kedua tangan Jimin meraih jemari Gaeun. Hanya sebentar. Sebab tangan wanita itu beralih ke permukaan pipi Jimin. Mengusapnya lembut dan penuh rasa sayang.

"Aku harus pergi sekarang."

"Andwae!" cegah Jimin cepat.

"Jaga dirimu.."

"Kubilang tidak, Gaeun-ah!" Bola matanya mulai berkaca-kaca. Jimin menggenggam erat tangan kekasihnya.

"Jaga wanita yang kelak akan menggantikanku."

Regret [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang