Can't Go Home

1K 277 94
                                        

Beberapa kali mendengar gesekan pintu lemari membuat Yujin mulai tersadar dari tidur lelapnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa kali mendengar gesekan pintu lemari membuat Yujin mulai tersadar dari tidur lelapnya. Dengan tubuh yang masih terselimut sempurna, dia pun mulai membuka mata.

"Selamat pagi."

Suara yang tak asing langsung menyapa indera pendengarannya. Samar-samar ia melihat sosok pria yang sedang berdiri di depan cermin. Kemudian orang itu berbalik badan dan menatapnya dengan senyum lebar.

"Hey, ada apa?" tanya Seokjin bingung dengan tingkah Yujin yang tiba-tiba menyembunyikan wajahnya di balik selimut.

"Pakai kemejamu dulu," pintanya dengan suara serak khas bangun tidur.

Seokjin menggeleng pelan. Masih pagi begini dia sudah dibuat senyum-senyum sendiri oleh gadis itu.

"Ya! Jangan pura-pura tidak suka. Bukankah para wanita suka melihat 'yang seperti ini', hm?"

"Kalau perutnya kotak-kotak mungkin aku suka. 'Mungkin~'," tekannya sekali lagi. Yujin masih belum keluar dari selimutnya.

"Ya~ kau meremehkanku? Apa perlu aku buktikan? Kemarikan tanganmu!"

Laki-laki tampan itu berjalan mendekat ke arah tempat tidur dan duduk di sisi Yujin. Dengan cepat ia menarik selimut yang menutupi wajah targetnya.

"Seokjin-ssi, kau mau apa??" Yujin sempat terkejut, namun tak lama dia merasa lega sebab Seokjin sudah memasang seluruh kancing kemejanya.

"Kau memanggilku apa? 'Seokjin-ssi'?"

"Lepaskan tanganku! Kau sedang apa?"

"Coba pegang perutku! Aku juga punya otot perut yang dimiliki pria-pria yang ada di iklan susu berprotein, kau tahu?" ucapnya sombong.

"Baiklah baiklah, aku perca-"

"Pegang dulu.." Ia tetap memaksa Yujin untuk membuka telapak tangannya yang mengepal erat.

"Kau kekanakan sekali, sungguh," dumal Yujin sedikit berbisik.

Seokjin tersenyum senang karena perut ratanya yang berbalut kemeja berwarna putih disentuh oleh jemari tangan Yujin.

'Apa-apaan ini? Aku baru bangun tidur tapi sudah disuruh meraba perutnya,' gerutu batinnya.

"Aww!! Sakit!"

Yujin terkikik geli setelah berhasil mencubit perut Dokter Oppa-nya. Dia tidak peduli meskipun dibalas dengan rentetan kalimat protes dari mulut Seokjin yang hampir mirip seperti seorang rapper.

"Kau sudah mau berangkat kerja?" tanya Yujin sembari bangkit duduk. Mereka berdua jadi saling berhadapan.

Seokjin mengangguk lalu bertanya, "apa tidak masalah jika kau sendirian di sini?"

"Jangan khawatir. Aku bukan anak kecil," tegas Yujin meyakinkan.

Seokjin terdiam. Menatap Yujin hampir tak berkedip. Sepertinya dia sedang berpikir keras bagaimana caranya supaya Yujin tetap aman dan dia juga bisa bekerja dengan tenang selama di rumah sakit.

Regret [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang