Do You Know Her?

1.3K 355 52
                                        

Sudah lima belas menit Jimin menunggu di dalam kamarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah lima belas menit Jimin menunggu di dalam kamarnya. Duduk di sofa sembari memperhatikan Yujin dengan ekspresi datar. Beberapa kali Jimin memeriksa ponselnya- melirik jam yang tertera di layar.

Kalau sampai sepuluh menit lagi orang yang tadi ia telepon belum juga datang, sudah dipastikan orang itu akan terkena masalah.

Tok tok

"Masuk," sahut Jimin.

Baru saja orang itu melangkahkan kakinya ke dalam, si pria Park langsung berdiri tak sabar.

"Kenapa lama sekali?!"

"Maaf, tadi aku masih mengurus-"

"Aarkh tidak penting. Cepat periksa dia." Jimin menyuruh dokter pribadinya memeriksa keadaan Yujin.

Dokter tersebut bernama lengkap Kim Seokjin. Pria bermarga Kim ini benar-benar lebih pantas jadi aktor dibanding menjadi dokter. Paras tampannya sangat sempurna untuk dijadikan aktor pemeran utama di sebuah film. Namun, dikarenakan rasa kemanusiaannya lebih besar dari pada keinginannya untuk memanfaatkan bentuk rupa dan fisik, dia lebih memilih menjadi seorang dokter.

Hmm.. mari kita anggap saja dia adalah malaikat dari bulan yang turun ke bumi.

Seokjin menoleh ke arah wanita yang berbaring di ranjang besar itu. Seketika dia mengerutkan dahi dan terdiam.

"Ya Seokjin-ssi, kenapa kau diam?? Cepat..!"

"Oh, mian." Seokjin segera mengambil stetoskop dari dalam tasnya.

"Sejak kapan dia pingsan?" tanya Seokjin serius.

"Tidak tahu."

"Apa yang membuatnya pingsan?"

"Tidak tahu." Seokjin menatap Jimin sedikit kesal. "Aku memang tidak tahu," tambah Jimin.

"Siapa dia? Kenapa dia ada di sini?"

"Ya! Pertanyaanmu melewati batas," sungut Jimin tak terima.

"Jawab saja, apa salahnya?"

"Setelah kau tahu siapa dia, apa kau akan tetap menolongnya sebagai seorang dokter?" Pertanyaan Jimin membuat Seokjin semakin penasaran.

"Tentu saja. Aku sudah melakukan sumpah sebagai dokter. Aku harus menyelamatkan nyawa orang lain semampuku."

"Baiklah. Gadis ini adalah seorang pembunuh."

"M-mwo??" Seokjin terkejut sampai melepas earpieces stetoskop dari telinganya.

"Dia pelaku pembunuhan Gaeun. Kau masih ingat? Kang Gaeun, calon istriku," tutur Jimin memperjelas.

"Bagaimana bisa?? Apa kau yakin dia pelakunya??"

"Tentu saja. Polisi juga sudah memastikan hanya dia orang yang ada di lokasi kejadian."

Regret [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang