Don't Leave Me Alone

1.2K 357 30
                                        

"Ya Jimin-ssi, kau cemburu dengan Yujin?" tanya Seokjin sedikit berteriak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ya Jimin-ssi, kau cemburu dengan Yujin?" tanya Seokjin sedikit berteriak.

"Wae?? Kau juga menjawab seperti itu," timpalnya tak mau kalah.

Yujin yang berada di samping Seokjin diam-diam menjambak rambutnya frustasi. Ia memejamkan mata sambil menarik napas panjang untuk menenangkan diri.

Seokjin menatap tajam ke arah Jimin. "Kau sedang amnesia, bagaimana bisa kau cemburu dengan wanita yang baru kau kenal?"

"Memangnya kenap-"

"STOP! Cukup!" potong Yujin cepat. "Harusnya aku yang bertanya pada kalian. Apa alasan kalian cemburu padaku? Terutama kau, Jimin-ssi."

"Aa... aku.. tidak tahu," jawabnya kikuk. Lalu dia menggaruk kepalanya yang terlilit perban. "Aku hanya tidak suka kau dekat dengan pria yang baru kau kenal. Bagaimana kalau dia orang jahat?"

"Sudahlah, aku tidak ingin dengar apa-apa lagi dari kalian." Yujin berdiri dari sofa hendak pergi keluar.

"Kau mau kemana? Di luar hujan." Seokjin menahan pergelangan tangannya.

"Entahlah. Aku hanya ingin keluar dari ruangan ini."

Yujin melepas genggaman Seokjin dan kembali berjalan menuju pintu. Namun tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar. Sedikit terlihat dari kaca, sepertinya ada dua orang datang.

"Biar aku saja," ucap Seokjin sembari berjalan untuk membukakan pintu.

"Selamat siang. Apa benar ini kamar rawat pasien bernama Park Jimin?" Suara bapak-bapak terdengar dari luar. Yujin dan Jimin saling melempar tatapan bingung.

"Ya, benar. Ada yang bisa dibantu?"

"Kami dari pihak kepolisian ingin melakukan klarifikasi atas kasus kecelakaan tunggal yang terjadi pada yang bersangkutan."

"Aah, begitu. Perkenalkan namaku Kim Seokjin. Kebetulan aku yang menangani pasien saat dia dibawa ke rumah sakit ini," terang Seokjin pada polisi.

"Baik. Apa kami boleh temui dia?"

"Tapi sebelumnya, saya ingin memberi tahu bahwa dia mengalami amnesia karena kecelakaan tersebut. Jadi kemungkinan besar Park Jimin sama sekali tidak ingat apa pun."

"Kami sudah dengar dari sopir pribadinya yang bernama Tuan Han, beliau yang mengurus semuanya di kantor polisi. Kami ke sini hanya ingin memastikan padanya langsung."

"Baik, kalau begitu silakan masuk."

Setelah mendapat persetujuan dari Seokjin, dua orang berseragam polisi masuk ke dalam ruangan. Yujin yang memperhatikan mereka, tiba-tiba merasa tegang dan sedikit canggung.

"Permisi, apa kau pihak keluarganya?" tanya salah satu dari mereka pada Yujin.

"A- aku?? Bukan, aku hanya- temannya." Dia terpaksa berbohong lagi.

Regret [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang