You Deserve to Die!

1.2K 343 134
                                        

Beberapa jam yang lalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa jam yang lalu..

Tepat pukul empat sore lewat lima menit, pria yang sibuk dengan pekerjaannya terlihat fokus membuat beberapa desain pakaian terbaru untuk produk fashion-nya. Park Jimin, meski ia mengalami amnesia, namun sepertinya bakat dan kemampuan dalam pekerjaannya tetap melekat pada dirinya.

Di hari pertama Jimin ke kantor saat itu, dia sangat antusias dan sedikit tidak percaya bahwa kantor tersebut adalah miliknya. Seiring berjalannya waktu, ternyata ia beradaptasi lebih cepat dari perkiraan. Mungkin memang ini merupakan passion seorang Park Jimin sebagai pemilik brand fashion ternama di Korea Selatan.

Sesekali Jimin tersenyum puas melihat desain yang sudah ia rancang. Kertas yang baru saja selesai dia gambar, segera disimpan ke dalam arsip khusus yang berisi sketsa-sketsa desain buatannya.

"Apa ini?" gumamnya ketika melihat buku jurnal berwarna hitam dari dalam laci mejanya.

Jimin mengernyitkan dahinya sekilas. "Apa ini milikku?" Dia terus bicara sendiri sambil membuka jurnal tersebut yang tertutup dengan tali bermagnet.

Saat buku tersebut terbuka, beberapa lembar foto dari dalamnya berjatuhan di meja, bahkan ada juga yang jatuh ke lantai. Dia pun mengambil selembar foto yang jatuh di dekat kakinya.

Pria itu diam sejenak sebelum akhirnya bertanya, "siapa dia?"

Kemudian Jimin melihat dua lembar foto yang lainnya di meja. Ketiga foto tersebut menampakan dirinya dengan seorang wanita cantik dengan senyum bahagianya. Tanpa sadar, bibir pria itu ikut tertarik dan menghasilkan senyum samar.

Tok tok..

"Masuk."

"Permisi, Park Sajangnim," salam seorang karyawan laki-laki yang masuk ke ruangannya.

"Ada apa?"

"Aku hanya ingin memberikan laporan hasil penjualan bulan lalu." Jimin pun menerimanya dan memeriksanya sekilas.

"Kalau begitu, aku permi-"

"Tunggu."

"A-ada apa, Pak?"

"Apa kau tahu siapa dia?" Jimin tak sungkan menunjukkan foto-foto tadi padanya.

Karyawan tersebut berekspresi canggung dan bingung. "Dia..."

"Kau tahu siapa dia? Ingatanku belum sepenuhnya pulih, mungkin dengan bertanya padamu ingatanku bisa kembali lebih cepat." Bosnya menatap penuh harap.

"D-dia.. adalah... kekasihmu," ucapnya lirih, "lebih tepatnya calon istrimu, Park Sajangnim."

"Calon istriku??" ucapnya dengan nada terkejut. Jimin membatu di kursinya. Dia susah payah mencerna informasi yang baru saja ia dengar. "Siapa namanya?"

"Namanya... K-kang Gaeun."

Bosnya tidak merespon lagi. Jimin kembali menatap lekat-lekat lembar foto di genggamannya.

Regret [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang