Broken Friendship

1.1K 118 71
                                        

"Sekarang katakan, bagaimana kau bisa mendapatkan wajah penuh luka seperti ini?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sekarang katakan, bagaimana kau bisa mendapatkan wajah penuh luka seperti ini?"

"Lalu kenapa kau tiba-tiba berlari pada nenek dan meminta maaf? Apa kau sudah tahu semuanya, bahwa Yujin bukanlah pelaku dari pembunuhan Gaeun?"

Jimin tertunduk pasrah, ia merasa Seokjin bisa membaca pikirannya. Sementara duduk di atas tempat tidur pasien, pria Park itu terus diserang pertanyaan dari mantan dokter pribadinya.

Saat ini mereka berdua tengah berada di dalam ruang perawatan khusus luka ringan. Seokjin membawa Jimin ke sini karena ia memiliki firasat jika ini ada kaitannya dengan Yujin. Ditambah dengan sikap Jimin yang tiba-tiba datang dan langsung berlutut di hadapan Nenek Hyejin.

Meskipun Seokjin masih merasa kesal mengingat bagaimana dulu Jimin memperlakukan kekasihnya, namun bukan berarti sikap profesionalnya sebagai dokter lenyap begitu saja. Ia mengobati beberapa luka dan lebam di wajah Jimin dengan sangat hati-hati.

"Sejak kapan kau mengetahui ini semua?" tanya Jimin tiba-tiba, membuat Seokjin berhenti sejenak.

"Tahu bahwa Yujin tidak bersalah?" Jimin mengangguk.

"Sejak kau menghubungiku. Ketika Yujin hampir mati karena dehidrasi, kau ingat?" Tentu nada bicara Seokjin yang sinis tak bisa ia tahan. Emosinya hampir meledak saat memori buruk itu terlintas.

"Hari itu adalah kali kedua aku bertemu dengannya. Awalnya aku tidak yakin apakah dia wanita yang pernah kutemui dua tahun lalu atau bukan. Tapi ternyata benar, dia pun masih mengingatku. Dia juga sempat menceritakan kejadian waktu dirinya bertemu dengan Gaeun. Kemudian dia menangis karena merasa bersalah sebab gagal menyelamatkan Gaeun," jelas Seokjin begitu detail.

Jimin tersenyum getir. Raut wajahnya berubah. Sekarang pemuda itu susah payah menahan air matanya agar tak jatuh.

"Maaf,"

"Kau minta maaf padaku?" tanya sang dokter terkesan tak acuh.

Jimin menggigit bibirnya diam-diam, bola matanya semakin berkaca-kaca. "Kau benar.. aku tidak pantas dimaafkan," lirih Jimin rendah diri.

"Tentu kau harus minta maaf padaku, karena sudah melukai wanita yang selama ini kucari keberadaannya. Tapi, kata maafmu itu lebih pantas diucapkan pada Bae Yujin, bukan begitu, Park Jimin-ssi?" sindir pria Kim.

"Apa dia akan memaafkan manusia jahat sepertiku?"

Mereka bertatapan beberapa detik. Seokjin kemudian memalingkan wajahnya sebelum menjawab, "Yujin itu bodoh. Dia pernah memberikan darahnya untuk orang yang justru ingin membunuhnya. Jadi.. ada kemungkinan dia akan memaafkan laki-laki berengsek sepertimu."

Jimin membisu. Yang dikatakan Seokjin memang ada benarnya. Bae Yujin adalah gadis paling naif yang pernah Jimin kenal. Dan fakta itu semakin membuat Jimin tenggelam dalam rasa bersalah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 08, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Regret [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang