Sebelum baca wajib vote dulu!!
•Happy reading•
Qila sudah pulang dari rumah sakit beberapa jam yang lalu sekitar pukul 9 pagi. Qila tidak langsung pulang kerumahnya namun langsung menuju markas untuk beristirahat. Julian pun tidak ikut mengantar karena qila belum memberi tau dimana markas itu berada, walaupun qila yakin Julian tidak akan membongkar, tapi waspada itu perlu bukan?
Arvind tidak ada di markas karena ia harus mengurus perusahaan gadis itu, siapa lagi kalau bukan perusahaan qila.
"Wadauwwww bos gue udah sehat nih." Teriak Damian baru datang saat melihat qila yang tengah memainkan ponselnya dengan tubuh yang menyender pada punggung sofa. Dan tak lupa puluhan laki-laki yang berada di sisi dirinya dengan kegiatan mereka masing-masing.
Damian mengambil popcorn qila yang tengah gadis itu apitkan pada tangannya.
"Aih....punya gue itu." Kesal qila.
"Bagi dikit doang la hehe." Setelah itu qila melanjutkan nonton drakor pada handphonenya yang sempat tertunda.
"Jan ganggu dulu, lagi pms si bos mau Lo kena gorok?" Bisik Morgan di telinga Damian, qila yang mendengar omongan Morgan hanya memutar mata malas. Lebih melanjutkan memakan popcorn nya dari pada meladeni dua laki-laki itu.
"Dia mah mau pms mau gak tetep aja serem." Saut Damian membuat qila melebarkan matanya.
"Apa Lo bilang?!"
"Eh enggak kok enggak hehe, kata gue Lo makin cantik." Damian tersenyum kikuk saat gadis itu menatap kesal dirinya.
"Mana ada la damian bilang tadi katanya Lo itu nyeremin." Adu Morgan membuat Damian menepuk tangan Morgan dengan kuat.
"Sakit anjing." Maki Morgan.
"Ya elo gausah ngadu anjir seneng banget lo liat gue susah." Balas Damian
"Emang." Saut Morgan dengan enteng
Qila, Nerios dan yang lain hanya melihat perdebatan antara dua makhluk dihadapan mereka. Qila menonton perdebatan sambil mengemil dan Nerios hanya menatap mereka datar. Yang lain juga hanya geleng-geleng kepala.
"Berisik." Satu kata yang keluar dari mulut Nerios membuat Damian dan Morgan berhenti dengan aksi debat tadi.
"Hehe iya-iya." Morgan tersenyum manis kearah Nerios yang menatap dirinya datar.
"Temen Lo gini amat ya kak."
"Bukan temen gue sih." Jawab Nerios saat qila berbicara padanya.
"Oiya bukan ya, mereka temen Dion ga sih?"
"Nggak ngaku gue sumpah." Ucap Dion cepat saat namanya disebutkan.
"Gaada yang mau jadi temen gue gitu?" Tanya Damian.
"NGGAK!" jawab mereka semua dengan serempak terkecuali Nerios yang hanya diam.
"Yaudah kalo kalian gak mau gafafah kok, masih ada Rios yang mau jadi temen gue. Yakan bang?" Damian mengedipkan sebelah matanya kepada Nerios dengan centil.
KAMU SEDANG MEMBACA
AQILA(ON GOING)
Fiksi RemajaREVISI KALO UDAH TAMAT! DIVOTE!! JANGAN BACA DOANG ELAH! JAN PLAGIAT! HARGAIN AUTHOR YANG BIKIN YE!!! PLAGIAT JAUH-JAUH DARI LAPAK SAYA, SAYA GAK BUTUH PLAGIAT🚫 ⚠️⚠️⚠️ JANGAN BAWA-BAWA CERITA LAIN KE LAPAK INI KALO GAK MAU DISEMPROT AUTHOR ✔️✔️ IYA...
