Seorang wanita menyedekapkan tangannya menatap lekat perut Sha yang sudah membesar.
"Aku ingin marah dengan kak Sky dan kak William. Bisa-bisanya mereka kemarin kesini tapi tak memberi kabar anak mereka."
"Sayang.. sudahlah! Jangan marah-marah!" tegur suaminya, Raihan dengan nada lembut.
"Tapi mas, mereka melupakan kita sebagai keluarga. Dia keponakan durhaka mas."
Gibran menghela nafasnya pelan. Ini semua salahnya, seharusnya tantenya, adik dari Mommynya ia beritahu lebih awal. Karena mereka lah yang paling dekat jarak tempat tinggalnya. Masih sama-sama di Indonesia walaupun mereka berbeda kota.
"Maaf aunty.." ujar Gibran tulus.
"Tidak! Dasar keponakan durhaka! Hah.. bagaimana bisa tiba-tiba Sha hamil sebesar ini padahal baru beberapa bulan lalu masih kempes. Gibran! Kau pria kurang ajar!"
Gibran menghela nafas pelan menatap istrinya yang terlihat sedikit salah tingkah. Drama dimulai.
"Dia suaminya, sayang."
"Kenapa harus menyembunyikan pernikahan kalian hah?!"
"Sayang.. tenangkan dirimu!" bujuk suaminya sedikit kewalahan.
"Karena kami hanya ingin memberi surprise untukmu, aunty," jawab Gibran sekenanya.
"Alasan macam apa itu? Jangan bilang Sha hamil duluan jadi kalian diam-diam menikah?"
Ingin sekali Raihan menggigit gemas bibir istrinya yang suka ceplas-ceplos. Sha hanya bisa menundukkan kepalanya malu, memang benar seperti itu.
"Mana sopan santunnya sayang?" tegur Raihan lembut.
Kaila menghela nafas pelan, "Sekarang jelaskan pada aunty! Semuanya!"
Sha meneguk ludahnya kasar menatap ragu suaminya.
"Aunty benar. Aku tak bisa berbohong aunty. Sha memang hamil duluan."
Seketika Kaila pingsan ditempat. Oh astaga.. drama queen. Pria yang menjadi suaminya tak bisa menyembunyikan raut wajah khawatirnya.
***
"Bagaimana bisa, Bran?" tanya Kaila memijit pelipisnya frustasi. Ia sudah pulih dari pingsannya yang menggegerkan seluruh isi rumah.
"Minum dulu, sayang!" suaminya menyodorkan teh hijau kesukaannya.
"Terimakasih mas."
Pria paruh baya itu berdehem. Memberi kecupan di dahi istrinya. Kemesraan mereka tak pernah luntur akan umur.
"Karena kita tak bisa menahannya lagi, aunty. Maksudku aku tak bisa menahannya lagi."
"Jangan bilang kau.." wanita itu menatapnya menyelidik.
Gibran hendak membuka mulutnya.
"Tidak aunty. Kami melakukannya tidak sengaja," potong Sha berniat melindungi suaminya.
Gibran hanya bisa menatap istrinya dengan tatapan berarti.
"Astaga aku tak percaya ini. Kalian bahkan sudah dari kecil bersama kenapa kalian tidak menikah saja dari dulu? Agar tak terjadi hal seperti ini. Kalian tahu? Kami juga sudah menunggu undangan dari kalian sejak lama. Dan apa ini?! Sha kau hamil sebesar ini!"
Sha hanya bisa menunduk.
"Bagaimana keadaanmu, sayang?" Kaila tiba-tiba melunak. Ia tak tahan jika melihat bumil. Jiwa keibunnya meronta-ronta.
"Baik-baik saja, aunty. Anak kami juga sehat."
"Baguslah! Kalian harus menginap disini, okay?"
"Tidak terimakasih aunty. Kami akan langsung pulang saja," tolak Gibran.
"Kau tidak sopan Bran," ujar Kaila marah.
"Kami mau making love aunty. Tak mungkin juga disini."
Sha membola menatap horor suaminya. Jawaban macam apa itu?
"Astaga keponakan siapa ini?!" seru Kaila berdrama.
"Biarkanlah mereka sayang. Kalian bisa menginap disini lain kali."
"Kalian harus janji akan sering kesini! Mas.. aku tak percaya ini. Keponakan dingin satu spesies beruang kutub bisa-bisanya mendapatkan gadis sebaik dan secantik ini."
***
"Jadi sudah menyiapkan namanya, sayang?" pria itu mengusap pipi istrinya lembut.
"Belum." Mereka juga belum tahu jenis kelamin anak mereka.
"Kau tahu sayang.. aku merasa sangat beruntung memilikimu. Tapi, disatu sisi aku menyesal telah menyakitimu. Seharusnya aku tak mengambilmu dengan cara seperti itu."
"Sudahlah Bran. Tidak apa. Lagipula aku sudah melupakannya. Sekarang yang terpenting kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua yang baik."
"Uh.. istri siapa sih ini? Menggemaskan sekali," pria itu menciumi sudut wajah istrinya.
"Bran.."
"Terimakasih sudah sudi menjadi istriku." Pria itu tak henti-hentinya bersyukur.
Tuhan sudah mempersiapkan jodoh yang sangat baik seperti Shahinaz Malika Harisson.
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE HERZ ✓ (COMPLETED)
Short Story(Follow sebelum baca) Bagaimana jika salah satu sahabat terbaikmu memperkosamu? Apa yang akan kamu lakukan? --- "Jadilah istriku!" "Jangan gila Bran!" --- Cover by pinterest Buku keempat Big Boss and Me #2 in puisi
