(30)

14.5K 891 8
                                        

Sha menghela nafas pelan menatap sahabatnya yang dari tadi diam. Mereka berdua bertemu di restoran tanpa adanya Gibran. Namun, ia sudah ijin pada suaminya.

"Viona.. aku minta maaf."

"Telat."

"Aku hanya ingin menunggu waktu yang tepat untuk memberitahumu. Aku tak ingin hubungan persahabatan kita rusak."

"Tapi memang telah rusak. Kau yang merusaknya! Jika kau memberitahu dari awal aku takkan kecewa padamu, Sha!"

"Maaf.."

"Kau pikir maaf bisa memperbaiki semuanya? Aku menunggumu berbulan-bulan dengan tak ada kabar yang jelas. Kau menyembunyikan ini seakan aku bukan siapa-siapa bagimu. Aku sangat kecewa padamu Sha.. aku kecewa." Gadis itu hendak beranjak.

"Vio.." mencekal tangan sahabatnya itu.

"Apa lagi? Apa lagi penjelasanmu?"

"Aku diperkosa Vio.. aku diperkosa.." ujarnya lirih namun tetap dapat didengar Viona.

Viona menatap wajah Sha pias. Apa??

"Aku malu mengatakannya padamu. Aku juga takut mengungkapkan kebenaran ini. Aku hancur Vio.. tapi.. itu dulu.. sekarang aku sudah menerima Gibran sebagai suamiku."

Viona terdiam mematung. Tak tahu harus berkata apa.

"Aku sendiri tak ingin membuatmu semakin pusing dengan masalahku. Kau, keluargaku.. keluarga Gibran.. aku berusaha menutupinya dari kalian. Tapi, ternyata itu tak bisa memperbaiki semuanya. Aku memang harus menerima semuanya."

"Maaf.. aku bukan sahabat yang baik. Aku seharusnya mengatakan ini dari awal sepahit apapun itu," ujar Sha menunduk sedih.

"Sha!" Viona tiba-tiba memeluk Sha erat.

"Aku sahabatmu Sha.. apapun masalahmu.. kau harus mengatakan padaku.." ujar Vio sesenggukan.

Jika ia diposisi Sha mungkin ia akan membenci Gibran. Namun, seperti inilah hati seorang bidadari pujaan Gibran.

"Gibran harus dihukum, Sha. Dia pemerkosa."

***

Gibran menghela nafas pelan menatap jam tangannya. Istrinya tadi ijin ingin keluar sebentar bersama Viona tapi kenapa sudah hampir jam tujuh malam wanita cantik itu belum pulang? Well, ini masih acara honeymoon. Masa Gibran ditinggal sendirian? Mana mungkin ia dianggurkan seperti ini?

Pria itu juga sudah mencoba menghubungi Sha dari tadi. Tapi istrinya hanya mengirimkan pesan akan segera pulang jika sudah selesai. Hah.. jika kedua sahabat itu sudah bersatu ia memang akan dianggurkan. Tapi itu dulu, sekarang ia kan sudah menjadi suami Sha yang sah dimata agama dan negara. Ia percaya Sha akan lebih memprioritaskannya.

Tunggu dulu.. hal yang ia lupakan adalah mereka belum menggelar pernikahan yang layak. Mengingat mereka hanya menikah di KUA.

"Bagaimana bisa aku melupakan ini?"

Ia akan membahas hal ini dengan istrinya nanti. Yang penting sekarang ia harus segera menjemput istrinya pulang.

Me

Dimana kau sayang?

Sharelock! Aku akan menjemputmu sekarang

Istriku tercinta ♥️

Sebentar Bran.. 5 menit

Gibran menghela nafasnya pelan. Ia sangat menghawatirkan keadaan wanita hamil itu.

Istriku tercinta ♥️

Aku sudah di parkiran resort

Pria itu kini bisa menghela nafas lega. Akhirnya, istrinya pulang.

Suara telepon tiba-tiba berdering saat Gibran ingin menyusul isterinya.

"Hallo sayang?"

"Gibran.. apa aku boleh menginap di resort Viona?"

"Apa?? Tidak.. tidak boleh sayang."

"Kenapa?"

"Apa kau lupa kita sedang honeymoon?"

"Malam ini saja Bran.. Besok Viona akan pulang."

"Tidak!" bagaimana ia bisa tidur tanpa wanita itu?

"Gibran sayang.. please.."

Gibran meneguk ludahnya kasar. Jarang sekali istrinya memanggilnya sayang.. huh.. manis sekali.

"Tidak usah honey.. hmm kau harus pulang dulu sekarang. Kita akan membicarakan ini nanti."

Suara hembusan kecewa terdengar dari seberang sana.

"Apa kau sudah tak sayang padaku lagi? Aku hanya ingin menginap semalam saja, Bran.."

"Tidak tetap tidak!" biarkan istrinya merajuk ia hanya tak ingin istrinya lepas dari pengawasannya.

Tidak ada yang bisa mengubah keputusannya.

Tut!

Sepertinya wanita itu akan marah.

ONE HERZ ✓ (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang