Chapter 31

9K 799 9
                                        

Hello Gezz, I'm back! Aku kembali dengan chapter baru! (╯3╰)
Oke, nggak perlu banyak kata lagi, langsung saja ....

Seorang pria bertopeng iblis menatap foto seorang gadis di depan komputernya, sambil memainkan belati dengan jarinya tanpa khawatir akan terluka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang pria bertopeng iblis menatap foto seorang gadis di depan komputernya, sambil memainkan belati dengan jarinya tanpa khawatir akan terluka.

Seseorang yang berdiri tak jauh dari tuannya, menatap heran. Apa yang tengah tuannya pikirkan?

"Virgo, awasi gadis ini dan sekitarnya," ujar pria bertopeng iblis itu.

Si pemilik nama bukannya langsung mengiyakan malah itu menyerit, mempertanyakan alasan sang tuan mengatakan itu. Ada apa dengan tuannya? Dan kenapa harus gadis datar itu?

"Tapi Tuan ...."

"Aku tau kau mengenalnya, Wiski, jadi tak usah mengelak oke? Oh, dan juga jauhkan dia dari laki-laki bernama Geran."

Hmm. Matanya menyipit menatap sang tuan. Kenapa tuannya tiba-tiba memanggil nama aslinya. Apa gadis itu sangat penting untuk tuannya? Tapi ... jujur saja dia tidak suka dengan namanya Wiski. Sampai saat ini dia masih belum tau apa alasan orang tuannya memberikan nama itu. The holly, dia bukan minuman memabukkan itu.

Selain itu juga, kenapa dengan  Geran? Bukannya Geran dan gadis datar yang menjadi perhatian tuannya tengah dekat? Kenapa harus dijauhkan? Dia jadi curiga.

"Wahai Tuanku yang terhormat, kenapa aku harus melakukan itu? Apa tidak ada pekerjaan lain? Dan Tuan, gadis itu menakutkan, sungguh!" balas Wiski dengan mendramatis.

Pria bertopeng iblis itu langsung melirik tajam. "Diam, tidak protes." Dia menggerakkan tangan di depan topeng seakan berkata tidak diizinkan untuk membantah, lantas kemudian kembali menatap komputer. "Dia berharga bagiku, Wiski. Melebihi sebongkah emas dan berlian."

Wiski menatap tuannya geli karena tiba-tiba terbawa perasaan. Ck hais! Kau membuatku repot Tuan! Akan kulakukan, tapi jangan lupa uang tambahannya, ya."

Pria bertopeng iblis itu memutar bola mata malas. "Yayaya ... dan setelahnya kita bangkrut. Itu semua karena ulahmu juga Rabbit dan Fox yang nakal."

"Ahahaa..."

...

Di sebuah bangunan megah dan mewah. Dua marga besar berkumpul karena masalah pembantaian. Suasana tegang dan tatapan sinis tak lepas dari mata mereka menatap satu sama lain.

"Sudah dapat petunjuk?" ujar seorang lelaki.

"Tidak, pembunuh itu terlalu andal. Aku sudah mengerahkan seluruh bawahanku untuk mencarinya tapi sampai kini belum juga tertangkap," kata seorang lelaki satunya.

Mysterious GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang