Chapter 30

9.5K 733 10
                                        

Aku update dua bab (29-30), baca bab sebelumnya dulu ヾ(〃^∇^)ノ

Aku update dua bab (29-30), baca bab sebelumnya dulu ヾ(〃^∇^)ノ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Azura melenguh kala terbangun dari tidurnya. Mimpi aneh lagi, tapi bukan mimpi yang seperti biasanya, kali ini dia bertemu dengan seseorang, tapi sayangnya tak begitu jelas.

"Sialan! Kenapa buram?!" decak Azura dan bangun dari ranjang beranjak ke kamar mandi.

Segera dia membersihkan tubuh tanpa berlama-lama, hanya dengan kaus over sizenya dia turun ke bawah untuk sarapan. Dia berencana tak akan sekolah hari ini, tubuhnya terasa sangat pegal dan agak panas.

Dia berpapasan dengan Zero saat membuka pintu, laki-laki itu sudah siap dengan seragam walau acakan. Baju tak dimasukan, kancing terbuka dua di bagian atas hingga menampilkan baju putih, dan dasi di sampirkan ke bahu, tasnya dia genggam di sebelah kiri.

"Nggak sekolah lo, Za? Tumben," kata Zero dan menghampiri Azura.

"Nggak enak badan," jawab Azura dan berjalan ke bawah.

"Lo pucet Za."

"Hmm."

______

"Astaga Azura?!"

"Ha?"

Alasya memekik melihat benda-benda beterbangan di sekitar Azura. Hal ini terjadi lagi, dia bergegas meletakkan piring yang berisikan lauk untuk sarapan pagi. Zero yang berada di samping Azura, kaget dan tersadar kalau benda di sekitarnya sudah melayang-layang di udara.

"Azura? Kamu sakit, nak?"

Alasya di landa cemas, dia takut terjadi apa-apa dengan Azura yang seperti ini. Dan juga suaminya belum tau kalau Azura memiliki kemampuan di luar nalar manusia.

Wanita cantik itu mengecek suhu badan yang sudah cukup panas. "Yaampun Azura, kenapa bisa begini?" Khawatirnya. "Zero kamu bawa adik kamu ke kamar."

Zero mengangguk, dia juga khawatir dengan Azura, dia pikir tak akan separah ini tadi. Dia teringat kejadian dulu saat Azura sakit, hampir semua benda di sekitar Azura terbang. Membuat panik sekeluarga seperti ini, dan dari situ mereka tau tentang kemampuan Azura.

Zero mengangkat Azura dan segera membawanya ke lantai tiga dengan lift. Zero membaringkan tubuh lemah Azura di ranjangnya.

Alasya sibuk menelpon suaminya yang mungkin baru saja sampai di kantor. Setelah diangkat panggilannya Alasya segera mengatakan apa yang sedang terjadi. Sedangkan Leonardo yang mendengarnya tak kalah panik, setelah memutuskan telepon dia dengan cepat menelpon dokter pribadinya.

Mysterious GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang