Chapter 28

9.8K 726 5
                                        

Seorang gadis kesakitan terduduk di bawah pohon sambil bersandar, memegang serutnya yang terluka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang gadis kesakitan terduduk di bawah pohon sambil bersandar, memegang serutnya yang terluka.

"Ah, sial!" desisnya.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Gadis itu terlonjak kaget lantas menatap seorang laki-laki jakung di depannya. Pakaiannya yang mewah dan terlihat beberapa aksesori berharga di tubuhnya, bisa dipastikan laki-laki itu adalah seorang bangsawan.

Laki-laki itu menatap gadis di depannya dengan mata memincing, pakaian serba hitam, dua belati tergeletak di tanah dengan sedikit bercak darah. Apa gadis ini yang menyusup ke kerajaan tadi?

"Akh!" erang gadis itu saat sedikit mengangkat tubuhnya untuk membenarkan duduknya.

"Apa kau penyusup?"

"Hah? Penyusup? Siapa?" tanya gadis itu heran. Dia menatap laki-laki itu yang tak mengalihkan pandangan padannya. "Aku?"

Laki-laki itu tak menjawab melainkan menatap tajam.

"Maksudmu aku menyusup begitu? Jika aku menyusup dan terkena luka seperti ini aku tidak akan sampai di sini dengan cepat," kata gadis itu lalu meringis.

"Lalu?" desak laki-laki itu seraya menatap rumit.

"Aku dirampok. Karena melawan, mereka menyerangku dengan senjata tajam," jelasnya. Tentu saja berbohong, wilayah kerajaan Kalderltania mana ada perampokan yang berani muncul.

"Apa kau baik-baik saja? Sepertinya luka itu cukup parah."

Gadis itu menatap heran, dia tiba-tiba khawatir dengan keadaannya.

"Kubawa kau ke rumah para warga dan memanggilkan tabib. Tentang perampokan yang kau katakan akan aku sampaikan pada Raja, masalah ini akan ditangani agar tak banyak korban," kata laki-laki itu.

Tertegun dengan perkataan laki-laki itu, dengan segitunya dia percaya? Dia tertawa dalam hati.

"Apa kau masih bisa berdiri?" tanya laki-laki itu sembari melihat keadaan gadis yang terluka itu. Gadis itu menggeleng. "Ya, sepertinya tidak bisa karena bergerak sedikit saja kau mengerang," jawabnya sendiri.

"Ah!"

Spontan tubuh gadis itu diangkat oleh laki-laki itu, tangannya melingkar di leher karena terkejut. Dia menatap heran, mereka baru saja bertemu tapi berbaik hati membantunya tanpa curiga.

Mysterious GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang