32. Move On

59 5 0
                                        

_____________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_________
____





Tidak tahan menahan semuanya sendirian. Raen menceritakan apa yang terjadi pada Clara. Bahkan mereka berdua sampai begadang semalaman melalui sambungan telepon, hanya karena Raen terlalu senang dengan pemberian Galan. Sahabatnya itu sampai memekik kaget dan tidak percaya, ucapannya bahkan masih terngiang. 'Impoten itu ternyata romantis banget. Jadi lu suka nih?'

Pertanyaan Clara tidak bisa Raen jawab. 'Seperti awal gua ketemu lu. Lu ga akan bisa jawab pertanyaan gua. Karena entah lu sendiri yang menghalangi atau emang lu masih ragu perasaan itu nyata. Gua ga akan maksa lu lagi kayak dulu. Gua tau Galan orang baik. Selagi dia ga nuntut lu buat bales semua yang terjadi. Nikmatin semuanya, tanpa beban dan pikiran yang ga perlu.' Keunikan Clara yang membuatnya bertahan. Dan ada beberapa di dunia tidak bisa diubah seperti kebiasaan. Mungkin buruk tabiat Clara untuk banyak orang. Tapi dibalik itu semua dia baik dan selalu ada di sampingnya.

Kalau bisa mengatakan pada Zoe soal rasa terima kasihnya telah dikirim sosok yang bijak sana dibalik sikap liarnya. Raen ingin sekali mengatakannya langsung.

Perbedaan waktu yang menghalangi keduanya kembali bercerita soal apa yang terjadi di sekitar masing-masing. Tapi satu hal yang penting, Zoe tetap sahabatnya.

Tok tok tok

"Re, i come!" Dengan kepala yang pusing, karena begadang sampai jam 4 pagi. Hari ini, ternyata Clara mendatanginya dengan tangan yang dipenuhi paper bag.

"What are you doing, Bitch?!"

"Idk, kaki gua membawa ke sini tanpa reason. But, semua barang yang gua barang itu cocok buat lu." Clara membuka paper bag dengan semangat. Berbanding terbalik dengan Raen yang masih tidak mengerti tujuan sahabatnya datang seperti seorang santa.

"Gua ga ulang tahun. Jadi ga harusnya lu bawa kado!"

Raen malah tersentak makin tidak percaya dengan gaun mewah nan sexy dari paper bag yang dibawa Clara ke rumahnya. "Lu mau ke pesta mana lagi?"

"Nonono, baby! Ini bukan punya gua. Khusus gua beli, buat sahabat gua yang lagi kasmaran. Diri ini udah bukan lagi kiddos, tapi wanita dewasa. Look at yourself in the mirror. Wow, she is so beautiful and sexy. I'm sure he'll like you more!"

Berada di depan cermin, dengan pakaian sexy di depan tubuhnya. Raen sedikit ragu, walaupun pujian diberikan Clara untuknya. Tidak ada kebohongan di sorot matanya. Dia bahkan semangat seperti seorang Ibu yang mengetahui putrinya akan datang ke prom night. Menyadari perubahan raut wajah sahabatnya.

ELRAENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang