33. My Lover

46 5 0
                                        

_____________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_________
____




Dunia memang tidak bisa ditebak dan penuh rencana. Galan bukan sosok asing yang seketika menghampiri hidupnya. Dia hanya laki-laki tampan di sekolah menengahnya yang merupakan seorang kapten basket. Sikap baiknya membuat Raen salah mengartikan segalanya, dan berakhir dengan perasaan penuh harap. Dia sama seperti penggagum yang lain. Berharap Galan ingin menatap kearahnya, selalu. Tapi itu tidak sesuai rencana. Karena kenyataannya, Galan hanya melakukan ini semua demi sepupunya Neona. Perasaan Raen juga berubah, dan berganti dengan mencintai sahabatnya. Tetapi lagi-lagi tidak ada yang abadi.

Kembali dipertemukan dengan kisah yang sedikit mirip, disebabkan kepergian sosok penting dalam hidup keduanya. Hal tersebut membawa keduanya seperti mencari lembaran dan kebahagiaan baru bersama. Sampai Raen tidak menyadari satu hal, yaitu perasaan lain yang kian tumbuh dalam keduanya.

"Kenapa? Apa lagunya harus gua ganti?"

"Nope! Ini lagu populer akhir-akhir inikan? Jadi gua harus tau. Biar ga dikatain tua, karena ketinggalan jaman."

"Shawty! You are even 21 years old. Why say it's old? Old people around you will be offended if they hear that!"

"Apa lu salah satu dari itu? Orang tua yang tersinggung sama ucapan gua? HAHAHA."

"Come on! Gua bahkan ga berpikir umur ini tua."

"Yayaya! Apa lu bisa dansa?"

"Pesta seorang Clara ada dansa? Apa gua ga salah denger?"

"Sebenarnya, gua cuman nanya. Kalau di pesta Clara, gua yakin 100% ga akan ada acara kayak gitu."

Mengangguk paham, Galan mengalihkan fokusnya pada kemudi mobilnya yang mulai memasuki tempat acara.

Dapat Raen lihat, penampilan modis dari orang-orang di luar. Pantas saja, Clara memberikannya pakaian. Mungkin sangat aneh, kalau dia yang paling menonjol karena tidak tau trend pakaian. "Kayaknya gua terlalu sibukkin diri, sampai banyak yang gua lewatin."

Citt

Menghentikan mobilnya terburu-buru menimbulkan tanda tanya pada diri Raen. Dia menatap laki-laki di sampingnya, "Harusnya pelan-pelan. Kitakan ga lagi balapan atau buru-buru."

"Sama kayak yang lu bilang. Kita ga lagi balapan. Buat jadi berbeda itu bukan kesalahan. Lagian kalau lu ada di antara mereka dengan penampilan yang sama. Itu membosankan bukan?"

"Gua emang ngebosenin. Emang lu ga sadar itu?"

"Lu menarik. Lu berbeda dari kebanyakan orang yang gua temuin. Bahkan lu nunjukkin semua hal tanpa ada topeng. Semua lu lakuin dari hati dan itu kerasa, Re!"

ELRAENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang