34. Kembali Bertemu

87 4 2
                                        

Gh_____________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gh
_________
____





2 tahun kemudian...

Kemacetan terjadi di ibukota memang bukan hal yang baru dan asing. Beberapa polisi berjaga-jaga membantu menyelesaikan kemacetan.

Namun, ada satu hal yang menarik perhatian semua polisi yang berjaga. Mereka terpaku pada mobil Ronger Rover merah yang dengan tergesa berbalik arah. Menyadari sesuatu yang janggal tengah terjadi, akhirnya polisi di sana mengetahui kesalahan dari pengemudi mobil tersebut. Plat mobil itu tidak sesuai dengan tanggal saat ini yang menunjukkan angka ganjil.

Si pengemudi panik bukan main. Dia butuh waktu lama membeli mobil mewahnya ini. "Fuck off! Gua totally crazy pagi ini." Tidak ingin kejar-kejaran layaknya pencuri mobil. Dengan tampang yang benar-benar percaya diri dan cukup dingin. Clara tidak menurunkan sama sekali kacamata hitam yang menutupi matanya.

"Selamat pagi, mba. Boleh liat SIM dan STNK mobilnya?"

Mencari di dalam tasnya dengan penuh emosi. Clara tidak pernah menyangka dirinya akan terjerat tilang. Lebih baik dia ditilang online. Tanpa mempermalukan dirinya di hadapan para polisi dan orang sekitar yang melihatnya seperti maling ayam.

"Ini, pak. Mohon maaf sebelumnya. Kalau boleh saran. Saya sedang buru-buru. Nanti sahabat saya bisa marah. Jadi tolong dipercepat."

"Sebentar, mba. Kita juga tidak akan memperlambat pergerakkan mba, jika mematuhi peraturan."

Sindiran yang buruk. Karena tidak menyulutkan emosi Clara. Baru saja dia membicarakan soal sahabatnya. Tiba-tiba ponselnya berdering, dan tidak ingin sahabatnya marah saat dia telat. Clara mengangkatnya dan mengatakan bahwa dia sedang di tilang polisi. "Re, tunggu sebentar. Ini polisinya ngalangin gua jalan. Alias gua ditilang. Mana pake si sexy redy."

"Kenapa lu bisa ditilang, Cla?"

"Nanti gua jelasinnya! Gua bener-bener sial hari ini. Oke, sampai ketemu di sana Mrs. Revian."

Memutuskan teleponnya sepihak, Clara kembali meletakkan ponselnya di dalam tas dan menunggu surat tilang dari polisi di sampingnya. "Benerkan nama belakang Galan Revian? Ngapain juga gua mikirin. Pak, saya mau ngasih tau satu hal. Besok pacar saya selesai koas. Lucu banget ga sih, pak? Bapak jangan jutek-jutek gitu. Nanti ga punya pacar. Ahh, gua kok sok tau ya. Bisa aja bapak udah menikah."

Polisi di samping Clara yang diajak berbicara tidak membalas satupun pertanyaan ataupun ucapan yang diajukkan. "Ini, nanti kamu harus mendatangi sidang." Menurunkan kacamata hitamnya dengan niat memperlihatkan wajahnya. Clara tersenyum dan pamit pergi.

ELRAENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang