Kisah remaja yang penuh rencana. Namun, semua yang direncanakan tidak berjalan sesuai rencana. Mempertaruhkan cinta dan perasaan demi sebuah cita-cita. Akankah, Raen mampu bertahan dengan permintaan Elizier untuk menunggunya?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_________ ____
3 tahun kemudian
Tahun-tahun berlalu. Semua hampir berubah drastis. Tidak akan ditemukan lagi sisi lemah dan labil dari seorang Raen. Hanya ada sosok miss independent pada dirinya. Aura alpha women terlihat jelas pada dirinya. Sampai-sampai tidak bisa sembarang laki-laki mendekatinya. Presiden Mahasiswa di kampunya, dan dapat dengan tegas menyelesaikan permasalahan. Prestasinya tidak berhenti sampai di situ saja. Banyak beberapa perlombaan, dan kegiatan volunteer yang diikutinya.
Kata 'cinta' bahkan hilang di dalam pikirannya. Selain banyak prestasi yang dimiliki. Saat ini, Raen menguasai juga olahraga. Peran penting dan dukungan yang diberikan oleh Edgar membuatnya bisa mencintai hal yang paling dihindarinya.
Sudah 1095 hari. Bukan hal yang aneh untuk berubah. Clara masih sama, tetapi dia mendukung segala aktivitas Raen dan mengatakan 'Inget! Gua ga mau lu kecapean. Lu bisa gila jadi alpha women. Tapi tubuh lu jangan dilupain'. Peringatan itu selalu diingat Raen disetiap rasa lelahnya.
Galan yang selalu saja di sampingnya seperti seorang Ibu yang tidak percaya pada anaknya. Akhirnya berujung ikut sibuk dan mengikuti segala kegiatan yang Raen pilih. Bahkan rumor keduanya sangat jelas, dan sialnya banyak orang yang menyalahkan posisi Raen. Hanya karena dia tidak menanggapi kehadiran Galan. Itu konyol. Tetapi tidak ada waktu bagi Raen untuk menanggapinya.
"Please, gua capek! Berhenti ya. Ga rugi loh." Keluh kesah Galan saat ini. Ditanggapi kekehan oleh Raen. Bagaimana tidak, Raen menyukai kesibukkan yang menghentikannya kesedihannya.
"Gua udah bilangkan? Kalau lu capek berhenti. Gua juga akan lakuin hal yang sama." Binder di tangan kanan, dan pakaian rapih serta name tag yang melingkar di lehernya sungguh hal yang sehari-hari Galan lihat dari Raen.
Ingin sekali Galan merutukki Ailean yang menjadikan Raen seperti ini. 2 tahun lalu, pertama kalinya seorang Raen menjadi salah satu bagian organisasi yang cukup populer dan besar di kampusnya. Menjadi anggota BEM, dan ditunjuk langsung oleh ketua BEM yaitu Ailean.
Awalnya, banyak keraguan dan perasaan ingin menolak. Sampai akhirnya Edgar maupun Ailean selalu mengatakan bahwa itu semua tidak seburuk yang dibicarakan atau dibayangkan.
Mendapat banyak kenalan dan kenangan baru. Itu hal yang tidak bisa disesalkan Raen sampai sekarang.
Menggeleng kepalanya sejenak, Galan kembali mengikuti langkah kaki Raen. Perempuan itu sangat hangat dan ramah pada semua orang. Hal tersebut menguntungkan, karena banyak yang mengenalnya dan memilihnya saat pemilihan ketua baru.