Jean suka jagung

549 78 72
                                        

3 bulan berlalu begitu saja dan Jean tidak mengerti ada apa dengan tubuhnya.

Beberapa hari terakhir ini, Jean begitu menggilai jagung. Dimulai dari bubur jagung, sup jagung, ice cream jagung, dan jagung-jagungan lain yang selalu ia elu-elukan pada Riki.

Jean memang suka jagung. Tapi, anak itu bukan fans fanatik jagung. Yang Riki tahu, Jean hanya menyukai jasuke dan jagung bakar saja. Selebihnya.... ya, biasa aja.

"Lo kenapa sih, Je?" heran Riki sembari memberikan kresek berisi bakwan jagung pada Jean.

"Nggak tahu."

Selalu begitu jawaban yang didapat Riki. Riki kesal juga lama-lama, tapi ia sangat tahu bahwa apa yang dikatakan Jean adalah kejujuran.

Bahwa Jean juga tidak mengerti pada perubahan yang ada pada dirinya sendiri.

Bobot badannya semakin bertambah. Pipinya semakin bulat berisi. Begitupun dengan tubuhnya yang tidak sekurus dulu.

Riki tentu saja merasa senang akan perubahan itu. Jean semakin terlihat hidup. Anak itu terlihat bersinar dan... tunggu! Mengapa semakin hari Jean malah terlihat semakin cantik?

"Riki! Mau ganti kepala!"

"Huh?"

Ini Riki yang tolol apa emang adiknya yang mulai berulah lagi?

Ganti kepala?

"Mau ganti jadi merah. Boleh, ya?"

Riki bengong. Menampilkan ekspresi bingung yang terlihat bodoh di mata Jean.

"Ihhh! Riki! Mau ganti kepalaaaaaa!"

"Kepala apaan anjir? Lo kata pala lo pala Barbie yang bisa dicopot pasang pakek tangan?"

Jean tidak menjawab. Bibir anak itu melengkung ke bawah dengan mata berkaca-kaca.

Serius! Riki nggak paham kenapa akhir-akhir ini adiknya jadi cengeng dan se-sensitif itu.

"Jangan nangis! Sorry. Maksud gue.... Iya. Nanti kita ganti kepala jadi merah." Riki mengusap surai halus Jean guna memenangkan anak itu yang kini berhenti memakan bakwan jagungnya.

Riki tak tega. Jean baru saja dalam masa senang-senangnya. Jadi, yang bisa Riki lakukan hanyalah mengiyakan keinginan Jean walau itu terdengar tidak masuk akal.

Karena kebahagiaan Jean adalah prioritasnya sekarang.

"Mau ganti sekarang, Ki!"

"Iya, sekarang iya. Tapi gue lagi beres-beres, nih. Lupa, ya, kalo besok lo udah boleh pulang?" tanya Riki hati-hati.

"Nggak lupa. Tapi pengen sekarang gantinya."

Riki menghela napas pelan, "kalo nggak sama gue nggak pa-pa?"

"Maksudnya?" Jean mengernyit tak paham.

"Ganti kepalanya sama bang Mahes, mau?"

Jean mengangguk semangat.

"Ya udah. Gue chat bang Mahes dulu."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hiraeth | SungwonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang