Suara jangkrik terdengar sangat bising malam itu. Gemuruh petir beberapa kali terdengar namun awan gelap tak kunjung menumpahkan hujan. Hawa dingin malah terasa begitu menyejukkan bagi Reyhan. Apalagi ketika lagi-lagi ia bisa melakukan apapun pada tubuh pujaan hatinya yang tengah terpejam.
Saat ini, posisi Reyhan tengah tidur miring di atas kasur. Sebelah tangannya digunakan sebagai tumpuan untuk menahan kepala agar bisa melihat pujaan hatinya yang tengah tertidur damai. Sebelah tangannya yang lain digunakan untuk memainkan jari-jari mungil milik pemuda manis yang sudah mengambil semua kewarasan Reyhan.
Katanya, cinta itu buta.
Reyhan amat sangat setuju dengan kalimat itu. Karena pada kenyataannya, ia tetap mencintai Jean yang terlihat sangat rusak malam ini.
Lilitan perban terlihat menempel di kening Jean secara acak-acakan. Memar, lecet, luka membiru dan bagian tubuh Jean yang lain tertempel banyak plester yang cukup menganggu mata. Belum lagi dengan beberapa bagian tubuhnya yang terlihat merah melepuh. Kaki Jean yang hanya terbalut celana pendek di atas lutut itu memperlihatkan luka bakar yang masih mengeluarkan bau bensin. Wajah Jean yang beberapa kali terkena pukulan kuat oleh tangan Reyhan pun terlihat mengerikan.
Sudut bibir anak itu terluka parah. Pipi yang selalu memperlihatkan dimple itu justru sekarang terlihat membengkak. Belum lagi dengan sebelah matanya yang membiru.
Ah, sepertinya Reyhan terlalu kencang memberi tinjuan pada wajah si manis.
Tapi balik lagi. Cinta itu buta. Membutakan lebih tepatnya.
Reyhan membawa tangan Jean untuk diberi kecupan sayang.
Ah, bahkan punggung tangan Jean saja terlihat menyedihkan. Salah Jean sendiri, sih. Udah tahu Reyhan bawa tongkat bisbol, sok-sok an mau ngelawan. Jadi kepukul, kan?
Reyhan meletakkan tangan Jean dengan sangat hati-hati. Takut-takut jika gerakan sekecil apapun akan membangunkan Jean yang notabennya tengah pingsan karena Reyhan tak sengaja memukul tengkuk leher anak itu.
Reyhan merebahkan tubuhnya di samping Jean. Ia mengangkat kepala Jean lalu membiarkan sebelah tangannya digunakan menjadi bantalan tidur sang pujaan hati.
Detik berlalu begitu lambat. Tak ada yang Reyhan lakukan selain diam dan mendengarkan deru napas Jean yang terdengar begitu pendek. Reyhan sedikit menyeret tubuhnya untuk lebih dekat dengan si pemilik lesung pipi itu. Kepala Reyhan disembunyikan pada ceruk leher si manis. Tangannya secara reflek memeluk lembut tubuh yang tak sadarkan diri sejak 3 jam yang lalu itu.
Setelahnya, isak tangis Reyhan terdengar menggema di ruangan itu.
"Maaf. Maafkan saya, Jean. To-tolong, maafkan saya," bisik Reyhan dengan suara yang tersendat-sendat karena sesenggukan tangis.
Sudah dijelaskan bukan, jika pada dasarnya yang Reyhan rasakan adalah perasaan cinta.
Reyhan tak ingin memaksa, tak ingin melukai dan juga tak ingin membuat hidup Jean sengsara. Tetapi, Jean seperti tak mau membuat Reyhan menghindar dari itu semua. Hal-hal berbau pemaksaan dan kekerasaan harus selalu Reyhan lakukan untuk menaklukan Jean.
Karena hanya dengan cara itulah Jean bisa ada dalam pelukan Reyhan. Sama seperti sekarang.
"Jangan melakukan apapun lagi, Jean. Saya mohon! Jangan membuat saya kembali melukai kamu. Melukai anak kita," tangan Reyhan merambat turun untuk mengusap pelan perut Jean yang membiru karena tongkat bisbol yang ia ayunkan, "maafkan ayah."
Jika malam-malam sebelumnya Jean lah yang menangis karena perbuatan Reyhan, maka malam itu, Reyhan lah yang menangis karena perbuatannya sendiri.
Acara meratapi penyesalan itu harus terhenti ketika dokter yang Reyhan tunggu-tunggu datang. Dengan penuh permohonan Reyhan mempersilahkan sang dokter untuk mengobati pujaan hatinya. Entah karena kaget dengan luka di tubuh Jean atau kaget karena fakta bahwa Reyhan sengaja menjemputnya menggunakan helikopter, Dokter ber-name tag Jeri itu segera tersadar dari aksi nge-blank nya setelah disadarkan oleh Reyhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hiraeth | Sungwon
FanfictionREBULISH - Apabila dijelaskan secara mendalam, Hiraeth dapat diterjemahkan sebagai kata yang menggabungkan rasa kerinduan, nostalgia dan rasa ingin pulang ke rumah. Namun, Hiraeth sendiri memiliki banyak makna. Salah satunya ialah perasaan rindu ter...
