Reyhan tak pernah berbohong ketika mengatakan bahwa Jean selalu terlihat cantik di matanya. Wajahnya, matanya, lesung pipinya, sifat bar-barnya, bahkan tutur katanya yang blak-blakan dan terkesan tidak sopan pun selalu tampak cantik di mata Reyhan.
Intinya, semua tentang Jean selalu Reyhan kaitkan dengan kecantikan. Jean selalu terlihat indah meski anak itu tidak mengenakan riasan apapun.
Sama seperti saat ini. Ketika Reyhan lagi-lagi harus terbangun dari tidurnya karena rasa mual, pemandangan pertama yang ia lihat adalah sebuah keindahan yang tak bisa Reyhan jelaskan.
Tepat di depan matanya, Jean tengah tertidur menyamping ke arahnya. Ah, ia lupa. Ketika Jean mengatakan ia tengah mengandung, Reyhan tak henti-hentinya mengusap surai dan perut anak itu. Membuat Jean yang sedang kelelahan pun memasuki alam mimpi dengan tubuh polosnya yang didekap Reyhan.
Bohong jika Reyhan mengatakan ia sudah puas. Nyatanya, ia tak akan pernah merasa puas jika bermain dengan Jean. Reyhan selalu merasa ingin lagi dan lagi. Tak ingin berhenti. Tak ingin permainan mereka selesai dengan cepat.
Tubuh Jean secandu itu untuknya.
Jika ia tidak mengingat bayi yang di dalam dalam perut Jean, mungkin Reyhan akan melakukannya sampai pagi. Sama seperti pertama kali ia menyentuh tubuh itu.
Tangan yang kehilangan dua jari itu mengusap kening Jean yang berkeringat sangat banyak. Bahkan rambut anak itu sangat basah dan lepek. Membuat Reyhan harus menahan diri lebih keras lagi agar tidak menerkam Jean yang bahkan terlihat tak nyaman meski sudah tertidur.
Jean beberapa kali melenguh dalam tidurnya. Napasnya terdengar tidak beraturan. Bibirnya beberapa kali meringis sembari terisak pelan. Mata tertutup itu tetap mengeluarkan cairan bening. Bulu mata Jean yang basah malah terlihat lentik dan membuat anak itu semakin terlihat cantik.
Reyhan berani bersumpah. Ini adalah pemandangan tercantik yang pernah ia lihat selama hidup di dunia.
Selimut yang tadinya menutupi tubuh Jean hingga ke leher itu Reyhan tarik dengan pelan. Reyhan menurunkan selimut tersebut hingga area bahu dan leher Jean dapat terekspos matanya. Reyhan berdecak kagum ketika melihat banyak tanda yang ia berikan di sekitaran leher dan tulang selangka Jean.
"Kamu terlihat lebih cantik jika seperti ini," bisiknya setelah menjilati air mata yang lagi-lagi turun dari kelopak mata Jean yang masih tertutup rapat.
Reyhan mencium lembut bibir Jean yang sedikit terbuka. Oh tidak! Bukan ciuman. Reyhan hanya memberikan kecupan pada bibir tersebut karena merasa gemas.
Reyhan menurunkan posisi tidurnya. Membuat perut Jean kini tepat berada di depan wajahnya.
Ia masuk ke dalam selimut sebelum kemudian memeluk perut Jean dengan begitu lembut.
"Anak pintar," pujinya seraya memberikan banyak kecupan pada perut Jean.
Reyhan senang ketika menyadari bahwa buah hatinya tidak merepotkan Jean. Karena faktanya, Reyhan lah yang direpotkan selama ini. Ia kerap kali merasa mual dan harus terbangun dari tidur untuk memuntahkan isi perutnya. Belum lagi ia merasa begitu ingin memakan sesuatu yang tak masuk akal. Entah itu kue strawberry, ice cream strawberry, nasi goreng dengan irisan buah strawberry, dan makanan-makanan lain yang berbau strawberry. Itu benar-benar menyiksa Reyhan yang sebenarnya tidak menyukai buah berwarna merah itu. Apalagi, ia selalu menginginkan makanan aneh itu saat dini hari.
Tapi meskipun begitu, Reyhan senang karena yang direpotkan adalah dia, bukan Jean-nya.
"Jean, apakah kamu masih mengingat pertemuan pertama kita?"
Pikiran Reyhan berputar pada memori masa lalu.
-
Saat itu, Reyhan masih berada di bangku sekolah dasar. Tepatnya kelas 6 SD. Dari bayi, Reyhan hanya tinggal bersama maid, supir, dan tukang kebun di rumah megahnya. Ayah ibunya berada di luar negeri untuk mengurus pekerjaan. Keduanya hanya bisa pulang setahun sekali di hari Reyhan terlahir ke dunia. Tapi meski begitu, Reyhan tak pernah merasa sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hiraeth | Sungwon
FanfictionREBULISH - Apabila dijelaskan secara mendalam, Hiraeth dapat diterjemahkan sebagai kata yang menggabungkan rasa kerinduan, nostalgia dan rasa ingin pulang ke rumah. Namun, Hiraeth sendiri memiliki banyak makna. Salah satunya ialah perasaan rindu ter...
