REBULISH
-
Apabila dijelaskan secara mendalam, Hiraeth dapat diterjemahkan sebagai kata yang menggabungkan rasa kerinduan, nostalgia dan rasa ingin pulang ke rumah. Namun, Hiraeth sendiri memiliki banyak makna. Salah satunya ialah perasaan rindu ter...
Satya kembali mengecek layar handphone-nya untuk memastikan kebenaran dari lokasi Jean.
Tepat di hadapan Satya sekarang, terdapat sungai kecil yang aliran airnya malah terlihat sangat deras. Dan titik merah di handphone Satya menunjukkan bahwa Jean seharusnya ada di sungai itu. Anehnya, titik merah itu tidak menetap di satu tempat. Titik itu berjalan cukup cepat.
Mungkinkah memang benar jika Jean berada di dalam sungai dan malah terseret arus?
"JEAN!"
"JEAN? INI KAKAK, JE!"
"JEAN!"
Pikiran buruknya mulai mengambil alih kewarasan Satya. Mengenyampingkan fakta bahwa pada saat itu waktu masih menunjukkan pukul 2 dini hari, Satya melepas jaket dan sepatu yang ia pakai. Pemuda yang memiliki status sebagai pacar Jean itu langsung menceburkan diri setelah menyimpan handphone-nya di atas jaket yang ia tanggalkan.
Baru sepuluh menit di dalam air, tapi Satya sudah sangat merasa kedinginan. Sensasi dingin dari air sungai terasa menusuk hingga ke tulang.
Karena mengira jika Jean hanyut terbawa arus, Satya pun membiarkan dirinya terombang ambing oleh arus deras itu. Mata Satya mulai terasa perih karena terkena air sungai dan pencahayaan bulan yang mulai tak terlihat karena tertutup awan.
Damn. Hawa dinginnya semakin membuat Satya menggigil. Jika perkiraannya tidak meleset, pasti sebentar lagi hujan akan turun dan itu akan sangat merepotkan Satya.
Pemuda itu hampir putus asa. Namun, ketika melihat sesuatu mengambang tak jauh dari tempatnya berenang, Satya dengan begitu semangat mendekat karena mengira jika itu adalah Jean.
"Jean?"
Ternyata, yang Satya temukan hanyalah sepotong kaos bergambar kartun. Meski begitu, Satya sangat mengenali siapa pemilik kaos yang ada di tangannya itu.
Itu adalah kaos Jean. Kaos milik kekasihnya.
Satya kembali ke daratan untuk meneliti kaos yang ia temukan. Dan benar saja, itu memang kaos milik Jean. Kaos berlengan pendek yang selalu Jean pakai sebagai dalaman.
"Shit."
Satya menjambak rambutnya frustasi ketika menemukan sesuatu yang ditempelkan pada kaos itu.
Itu adalah clip yang ia tanam di leher kekasihnya.
Sekarang, Satya baru menyadari jika Reyhan ternyata lebih gila daripada dirinya.
Sedangkan di lain tempat, Reyhan baru saja tiba di rumahnya setelah menyelesaikan urusannya. Bukan rumah juga, sih, tapi lebih mirip seperti tempat persembunyian.
Ya, kita sebut saja tempat itu sebagai rumah Reyhan.
Rumah itu tidak begitu besar namun tidak terlalu kecil juga. Letaknya berada jauh di dalam hutan yang sengaja Reyhan bangun sebagai tempat pelarian jika pikirannya sedang tak tenang. Bahkan Reyhan sampai membeli hutan di sekitaran sana dengan alibi akan dijadikan sebagai tempat wisata. Padahal itu hanya akal-akalan Reyhan saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.