Assalamualaikum
Budayakan follow sebelum baca, bantu vote dan komentarnya juga ya ...
Happy reading, dears♡
***
Masa-masa sulit yang dihadapi Mikaila membuatnya semakin enggan bermain sosmed, ia lebih memilih banyak merenung dan menghabiskan waktu sendirian saja. Agar kejadian semula tak terulangi lagi, Mikaila menghapus dan memblokir akun facebook miliknya kemudian membuat akun yang baru. Tak ingin berujung candu, Mikaila lebih memilih hidup damai dengan bekal ponsel jadul tanpa akses internet sebagai sumber telekomunikasinya.
"Gua jenuh bermain sosmed tanpa chattingan ama elu, Mikaila," gerutu Devika Sa'adah sahabat karib Mikaila di kampung.
"Via SMS dan MMS juga masih bisa kali, Devika," ucap Mikaila tenang.
"Please, Mikaila, sekadar Chattingan lewat SMS doang gak ada seru-serunya sama sekali. Lihat layar ponsel hitam putih ini, sangat membosankan!" terang Devika.
Mikaila hanya membalas dengan senyum khasnya, terlihat manis sekali namun menjengkelkan bagi Devika.
"Kalo mau kirim foto, masing-masing ponsel ada bluetoothnya, kan?" jawabnya singkat dan santai.
Mikaila mulai pandai berkata-kata walau masih terbilang. Ia bisa mengatasi kejenuhan temannya dengan kebiasaannya saat ini.
Mikaila memang sukar berteman dengan siapapun, karena memang tidak ada yang ingin berteman dengannya. Akan tetapi, bukan berarti ia tidak memiliki teman.
Devika Sa'adah, yang kerap di sapa Devika adalah salah satu teman kecilnya, mereka tumbuh bersama di lingkungan yang sama.
Sejak lepas seragam merah putih dan berganti seragam putih biru, mereka terpaksa terpisah karena Devika harus ikut bersama paman dan bibinya ke kota serta bersekolah di sana.
Dua tahun kemudian, Devika kembali ke desanya dan bersekolah bersama Mikaila.
"Aku bakalan jarang banget main sosmed lagi, Devika," cicit Mikaila.
Mendengar perkataan Mikaila membuat Devika menciut. Sambil memandangi layar ponselnya, Ia melihat poto-poto dirinya dan Mikaila yang sudah di upload ke facebook. Ia mendesak Mikaila dengan agar kembali menggunakan sosmed dengan mengingatkan moment mereka yang terupload disertai caption yang indah.
Menjelang Ujian Nasional, Mikaila disibukkan dengan tumpukan buku pelajarannya yang se-ambrek. Ia selalu mengumpulkan semua buku mata pelajarannya selama duduk di bangku tingkat menengah pertama sebagai koleksi.
"Mikaila, gua pinjem semua buku pelajaran kelas VIII dong. Punya gua tertinggal di asrama, mungkin sudah di buang sama pengurus," pinta Devika.
"Ambil aja, asal jangan ada yang lecet apalagi tulisannya ada yang hilang, ya," Mikaila bergurau.
Di Sekolah, setelah mengikuti try out sampai ujian praktek, semua anak kelas IX sibuk membicarakan UN. Ada juga beberapa siswa yang sudah membicarakan sekolah tingkat SMA pilihan mereka masing-masing.
***
"Mikaila, gimana ujian praktek tadi?" Seseorang mengagetkan Mikaila.
"Aku agak kesulitan membedah ikan mas tadi, untung ini perkelompok. Resikonya, Aku harus kena omel Ameera," keluh Mikaila pelan.
Gelak tawa Arini Ariana meledak, membuat semua penghuni kantin menoleh ke arah mereka. Mikaila takut Ameera ada di sekitarnya dan mendengar keluhannya, raut wajah mencemaskan membuat matanya terbelalak melihat Ameera dan gengnya berjalan mendekati mereka, Mikaila menelan air liurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmara di Dinding Asrama
Fanfiction~Prolog~ {{Aku adalah Aku}} Mikaila Asmarani Azzahra, nama indah pemberian orang tuanya itu memiliki kepribadian yang berbeda dari teman-temannya dan lingkungan yang mayoritas penduduknya ekstrovert. Introvert girl, julukan yang tepat buat karakter...
