Ana Uhibbuki♡

156 70 387
                                        

"Antara manisnya syahadat dan dan dahsyatnya syafa'at, di antara hitungan tasbih aku percaya bahwa sujudku dan sujudmu akan bertemu di aamiiin yang sama".

🌠🌠🌠

Assalamu'alaikum, dears.

Happy reading

***

Kembali memprioritaskan dirinya, Mikaila menyendiri berdiskusi bersama diri sendiri. Lamunan seputar flashback beberapa ahad yang lalu membuat senyumnya mengambang begitu saja.

Flashback on ....

"Santriawati ibtida berprestasi terbaik tahun ini dari tingkat madrasah 'aliyah, berdasarkan nilai adab dan ilmu yang ia peroleh serta amalkan di tahap pertama menimba ilmu di pesantren diraih oleh ... Mikaila Asmarani Azzahra!" seru pemandu acara akbar pasca Ujian Akhir Pesantren diiringi sorakan yang menggema menyerukan nama Mikaila.

Mikaila terkejut bukan main, tetesan demi tetesan cairan bening yang berasal dari sepasang retina gadis itu perlahan jatuh membasahi pipinya. Dengan tetap menunjukkan sifat tawadhunya, gadis itu kemudian maju beberapa langkah dengan menundukkan kepalanya. Bahagia bercampur haru, sulit untuk dijelaskan.

The queen of the year, julukan yang mungkin cocok disandingkan bersama Mikaila, lebih tepatnya primadona pesantren. Seperti yang dieluh-eluhkan ribuan santri terhadap Arsyi dan Rayya, mereka setara, tidak bisa dibeda-bedakan.

Rayya menciut, sementara Arsyi tersenyum lebar dan Sheema tertunduk malu, mereka bertiga saling bertukar pandang.

"sudah ana bilang, Mikaila bukan tipe orang yang pantang menyerah," tegas Arsyi.

Sheema dan Rayya terdiam.

Keesokan harinya, banyak tangan yang ingin berjabatan dengan santri berprestasi itu, mengucapkan selamat secara beruntun, Mikaila berterimakasih seraya tersenyum ramah pada mereka.

Flashback off ....

Mengingat hal itu membuat Mikaila sesekali meneteskan air mata bahagianya, rasanya sudah tidak sabar ia ingin menceritakan perjalanannya di sepanjang semester, diawali bismillah dan berproses bersama takziran sampai penghargaan luar biasa seperti beberapa waktu lalu.

Gep ...

Seseorang memeluk Mikaila dari belakang, Mikaila menoleh sepasang tangan yang melingkari tubuhnya, terdapat gelang kaokah yang melingkari salah satu pergelangan tangannya, Mikaila tersenyum dan membiarkan dekapan itu semakin erat.

"Ngelamun mulu, gak cape apa?" sergah Sheema.

"sok tahu, baru datang juga hiks," kesal Mikaila.

Perlahan Sheema melepaskan dekapannya dan Mikaila mengubah posisi duduknya, Sheema meraih sebuah kursi dan duduk berhadapan dengan Mikaila. Gadis itu tersenyum sesaat kemudian kembali fokus dengan teman kecilnya, kitab al-majmu'at. Bukan untuk muroja'ah kembali, akan tetapi sebagai flashback beberapa bulan ke belakang.

"Mikaila," lirih Sheema.

"Hmm ...." Mikaila mendeham.

Asmara di Dinding AsramaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang