ASMARA FAHMI (Dua Hati Dua Cinta)

158 48 260
                                        

"Pernikahan itu urusan jangka panjang, maka jangan di bangun hanya dengan rasa suka jangka pendek. Tidak akan cukup bensinnya, bisa mogok di tengah jalan."

~Fahmi Alamsyah~

🌠🌠🌠

Assalamu'alaikum dears,
Happy reading
And
Don't forget follow me
Nihupyaari_


***

Satu per satu acara puncak akhir semester sedang di lakoni seluruh pemukim asrama NIA, terkhusus anak kelas tiga.

Usai acara gabungan yang dikhususkan anak kelas tiga yang dilanjut dengan musafahah di lapangan yayasan, kala mentari menyambut hangat planet bersatelit rembulan hingga senja menyapa penghuninya dengan sinar jingganya, para senior yang mulai terbebas dari ikatan peraturan pondok pesantren tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang terbilang singkat itu.

Para ketua kamar yang sudah lama mendemisioner itu selalu menyempatkan waktu untuk berkunjung ke asrama adik tingkatnya, tak terkecuali Tiffani dan Misthi. Mereka punyai waktu senggang untuk melepas rindu dan sendu bersama anggota asrama khodijah.

Mendengar kabar kedatangan senior mereka, Aida dan Zia antusias menyambutnya dengan hangat sementara anggota kamarnya yang lain tampak histeris dan bergiliran memeluk erat ketua kamar terdahulu.

Tiffani memandangi satu per satu santri komplek khodijah yang sudah duduk melingkar dengan rapi, ia tersenyum penuh makna. Sementara Misthi sibuk menghitung jumlah mereka dengan menggerakkan jemari telunjuknya.

"Tiga puluh enam," ungkap Misthi.

"Lumayan sih, kurang sebelas orang," ucap Tiffani.

"Itu hal lumrah sih, ukh," pekik Mishti yang spontan diangguki Tiffani.

"Bukan ukh, jumlah keseluruhan santri komplek khodijah ada tiga puluh tujuh orang," sanggah Zia.

Misthi mengeryitkan dahinya, "ana ngga mungkin salah hitung."

Aida mengambil buku agenda berisi data anggota kamar dan menyerahkannya pada Misthi. Kedua senior itu mulai meneliti nama-nama yang tertera dalam buku pendataan milik ketua kamar khodijah.

Setelah menyelesaikan aktifitas mereka, keduanya saling bertukar pandang dan saling berbisik. Melihat gelagat keempat kakak tingkatnya, seluruh anggota kamar saling berargumen satu sama lain.

"Sheema ... di mana Mikaila?" bisik Anggita.

Pertanyaan gadis itu membuat Sheema berdecak kaget dan langsung menoleh ke samping, detik kemudian ia menghela nafas kemudian memutar bola mata malasnya.

"Jam segini pasti masih di balkon," ucapnya setengah berbisik sambil melirik jarum jam dinding asrama.

"Oh."

"na'am."

***

"Bang, jadi ... gimana kelanjutan tatanan hidup abang?" tanya Ammar bernada serius.

"Maksud anta apa sih, Mar?" Decak Fahmi.

"Ituloh ... ekhm, gimana ya ... jelasinnya," pikir Ammar.

Asmara di Dinding AsramaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang