وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلِانْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"
(Q.S. Adz-Dzariyat: 56)
●●●
Assalamu'alaikum
Happy Reading, dears.
~~~
***
Waktu jaga malam satelit bumi telah berakhir dan akan bertugas malam nanti.
Tetesan demi tetesan air embun di pagi buta yang membasahi dedaunan perlahan surut seiring berjalannya waktu karena sentuhan hangat sang mentari pagi.
Saatnya bintang terbesar tata surya yang dikelilingi delapan planet lainnya menampakkan sinar yang teramat indah terkhusus untuk planet bumi dan memberinya kehidupan.
Pagi yang cerah, mood langit mungkin sedang membaik karena lebih cerah dari sebelumnya.
Sepantasnya setiap makhluk bumi ber taddabur, taffakur, dan tasyakur terhadap suguhan semesta yang merupakan ciptaan-Nya dan menjadikan salah satu pembuktian keberadaan-Nya, sang pemilik sifat wujud, Allahu Robbi.
Matahari menghangatkan bumi dengan sinarnya, gumpalan awan berwarna putih bersih tampak indah menghiasi birunya langit, burung terbang mengudara berkicauan di angkasa membuat iramanya sendiri.
Langit sedang memanjakan bumi beserta penghuninya.
Segerombolan kupu-kupu berwarna-warni mengepakkan sayap indahnya, mereka terbang bebas dan hinggap pada bunga yang bermekaran.
Namun, ada juga beberapa dari mereka yang memisahkan diri, mereka berpencar dan mencari suasana lain, mengudara sesuka hati sampai hinggap di manapun mereka suka, termasuk di tembok asrama.
Mikaila suka kupu-kupu, karena ia seperti melihat Rissa dan Sheema di sana. Mikaila miliki sahabat yang mau di ajak berproses seperti sang butterfly, bermetamorfosis sempurna.
Persahabatan Mikaila dengan Carissa ataupun Sheema bagaikan kepompong yang menggantung di ranting tumbuhan, mereka berjuang bersama merubah ulat menjadi kupu-kupu, hal tersulit bagi kedua insan yang mempunyai karakter berlawanan adalah saling memahami. Namun, akan di rasa mudah dan berubah jadi lebih indah setelah semuanya teratasi.
Butterfly berwarna coklat kusam dengan corak hitam pudar terbang melintasi tiap sudut tembok asrama khodijah dan berakhir hinggap di pundak Mikaila yang sedang bersiap pergi ke sekolah, gadis berseragam putih abu-abu itu sedang duduk dengan tenang dan sabar yang maksimal.
Sapaan hangat di pagi hari dia dapatkan dari teman sebayanya yang sudah siap berangkat ke sekolah. Beberapa dari mereka yang akrab dengan Mikaila sesekali mengajaknya bareng, termasuk Lilik yang kebetulan satu kelas dengannya dan Sheema. Namun, gadis itu menolak dengan lembut, ia memilih menunggu Sheema dan berangkat bersamanya.
Persahabatan mereka membuat setiap orang geleng-geleng kepala. Sheema yang selalu berulah dan Mikaila yang kena upahnya. Mikaila yang terlalu polos dan bodoh di mata Sheema sesekali lupa berbagai hal kecil kecuali hapalan.
Sedangkan Sheema yang sok pintar dan tidak memperdulikan candaannya yang selalu dibumbui cabai merah segar selalu gelagapan dan berkeringat dingin jika ditanyai soal hapalan dan coretan kitabnya seperti yang mereka alami selama Ujian Akhir Pesantren.
Masalah yang dialami Sheema saat ini adalah hal yang paling membuat semua orang pasti kesal.
Ya, menunggu memang menyebalkan ditambah hal yang ditunggu seolah mengulur waktu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmara di Dinding Asrama
Fiksi Penggemar~Prolog~ {{Aku adalah Aku}} Mikaila Asmarani Azzahra, nama indah pemberian orang tuanya itu memiliki kepribadian yang berbeda dari teman-temannya dan lingkungan yang mayoritas penduduknya ekstrovert. Introvert girl, julukan yang tepat buat karakter...
