Assalamu'alaikum
Happy Reading Dears
***
"Rani, kau mau kemana?" tanya Misthi.
"Ana ingin menemui Mikaila sebentar." Jawab Rani santai.
"Tapi, kita masih harus latihan lagi," peringat Misthi.
"Lagi? Bukankah kau sudah menemuinya sebelum Mikaila tampil di gladi tadi? Dan, sejak kapan antum sedekat itu dengan anak asrama kami?" sekat Tiffani tiba-tiba.
"Jujur, ana kagum padanya, dan ana ingin menjadikan dia adik angkat."
"What? Kau gila, ya! Kita 'kan sebentar lagi akan lulus. Dan, kau membicarakan adik angkat dihadapan adik angkatmu sendiri?"
"Man hiya?"
"Kau lupa? Dia namanya Rani juga, Maharani Triputri!" Tegas Tiffani.
"Ana baru mendengar nama itu," Rani seolah planga plongo mendengar ini.
Sang empu yang sejak tadi diperdebatkan menjadi bingung, kedatangannya tidak disambut hangat oleh orang tersayangnya. Walau mereka tidak lahir dirahim yang sama akan tetapi Maharani telah menganggap kakak angkatnya itu sebagai kakak kandungnya sendiri. Tatapan penuh pengharapan yang dilakukan Maharani tertuju pada sosok yang namanya serupa dengannya, "Aku, Rani. Adik angkatmu, kak ...." ucapnya pelan.
Mata Rani menyipit tatkala melihat sosok asing di depannya. Rani berpikir, selain gadis ini mencuri namanya, ia juga mencuri hak yang diperuntukkan Mikaila.
Obsesi Rani terhadap Mikaila telah mendarah daging sejak pertama kali komplek asramanya kedatangan adik tingkatnya itu. Yang bertepatan dengan kembalinya ke asrama setelah beberapa bulan mengundang cemas seluruh penghuni asrama.
"Beberapa menit saja, ana hanya ingin melihatnya saja. Dan, kau! tetaplah di sini bersama mereka, ana akan segera kembali," tak ingin menerima penolakan lagi, Rani meninggalkan mereka dengan terburu-buru.
Tiffani memijat keningnya bersama Misthi yang turut berpusing ria, sementara Maharani tetap memaku dan dengan langkah gontai melanngkah menuju balkon asrama dan duduk di ubin. Maharani memeluk kedua lututnya.
"Ukh ...." isak Maharani.
Kedua akhwat itu segera mendekati Maharani, wajah yang ditekuk diperlihatkan gadis itu. Tiffani dan Misthi hanya bisa menghibur sebisanya.
Maharani Triputri, remaja yang satu angkatan dengan Kaffa adalah bisa dibilang alumni santriawati pondok pesantren NIA. Semenjak Rani meninggalkan asrama dan dirinya, Maharani yang tempat kelahirannya tidak jauh dari asrama yang ia pernah tinggali memutuskan untuk kembali pulang ke kampung halaman tanpa berpikir akan bermukim di asrama.
'Tanpa ukhti Rani aku bukan siapa-siapa, rembulan pertama telah aku jalani sendirian dalam keramaian. Ukh ... please come back demi aku,' rintihnya kala itu.
Satu bulan setelah kepulangan Rani, gadis itu tidak sanggup lagi menghadapi masa-masa tersulit tanpa Rani kemudian memutuskan meninggalkan lingkungan pondok. Hanya anak kelas tiga yang mengetahui dan faham atas keputusan yang diambil Maharani.
***
Usai mereka menjalankan gladi resik, Ceu Aaliya yang merasa cemas sejak tadi memanggil Mikaila dan berbincang secara pribadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmara di Dinding Asrama
Fanfiction~Prolog~ {{Aku adalah Aku}} Mikaila Asmarani Azzahra, nama indah pemberian orang tuanya itu memiliki kepribadian yang berbeda dari teman-temannya dan lingkungan yang mayoritas penduduknya ekstrovert. Introvert girl, julukan yang tepat buat karakter...
