Assalamu'alaikum, dears
Note ya, budayakan follow sebelum baca. Dan jangan lupa vote and komentarnya.
Happy reading
♡♡♡
***
Kelas sore di mulai pukul 13.00 dan berakhir pukul 16.30, Mikaila dan Sheema duduk dalam satu kelas, XD reguler yang penghuni kelasnya berjenis kelamin perempuan dan semuanya anak Asrama.
Sheema meratapi nasib sialnya, ia ingin bermalas-malasan tapi malas. Ia dan Mikaila melangkah sejajar menuju ruangan kelas yang menurutnya sangat sulit di gapai.
"List ujian kehidupan di pesantren yang berikutnya, pake seragam putih abu-abu di jam suntuk dan ... terik sekali," jengah Sheema di sela-sela obrolan mereka.
"Matahari tidak pernah lelah memberikan sinarnya, mengapa kita mengeluh? Semakin terik sinar yang terpancar semakin tampak senyum yang terbit dari waktu ke waktu," Mikaila melentikkan jemarinya.
"Entah senyuman atau gelak tawa yang di tampakkan melalui sinarnya, intinya, aku sangat tersiksa," keluh Sheema.
Masuk kelas siang yang di mulai dari jam setengah satu bukanlah ekspektasi anak sekolah, mereka melewatkan banyak hal di waktu seperti ini. Namun, di dunia pondok siang malam sama saja, belajar dan terus belajar.
'Belajar untuk hidup, hidup untuk belajar.'
Berada di ruangan paling ujung di gedung pertama lantai kedua membuat Sheema dan Mikaila kewalahan menggapai kelas mereka. Ia harus menaiki banyak anak tangga dan mengitari koridor melewati empat ruangan kelas lainnya.
Kelas sepuluh asrama putri di bagi menjadi empat kelas yang letaknya bersebelahan di lantai dua gedung pertama yayasan NIA.
Setibanya di kelas, Mikaila hanya ingin duduk dengan tenang sambil menghela nafasnya. Walau tak separah gedung kedua yang berlantai tiga, Mikaila selalu merasa kelelahan. Namun, lillah membuatnya semangat menggapai tempat ilmu.
Ia duduk di kursinya sambil memandangi teman-teman sekelasnya yang asyik nongkrong dan berbincang di balkon depan kelas mereka.
Sekali lagi ia duduk di bangku paling depan. Setiap kali ia hendak duduk di kursi miliknya, Mikaila selalu teringat moment pertama kali bertemu dan bersahabat dengan Rissa, terkadang ia senyum-senyum sendiri seakan tak percaya dirinya pernah di fase tersebut.
Dor!!
Sheema yang duduk di belakangnya mengagetkan Mikaila dan tertawa terbahak-bahak,
"Astaghfirullah, kau mengagetkanku saja," desah Mikaila, ia mengelus dadanya perlahan.
"Lagian siang bolong gini masih aja bengong. Kesambet setan model apa? sampe senyum-senyum sendiri. Kayak orgil tau!" Sheema meledek Mikaila, tawanya kian meledak.
"hmm ... tidak apa-apa, aku hanya teringat sesuatu," jawabnya sungkan.
Mikaila baru ingat kalau hari ini ada jadwal setoran baca kitab kuning, pada jam ke dua adalah mapel hadist mukhtar. Ia langsung membuka lembaran kitabnya yang sudah dipenuhi coretan tangannya dan membaca ulang lughotan terakhir, sementara Sheema yang merasa puas setelah mengganggu Mikaila pergi menghampiri kerumunan di luar kelas.
***
Setelah guru mapel matematika meninggalkan kelas, tak lama kemudian ustadz Kahfi selaku guru mapel Hadist Mukhtar memasuki kelas dan menyapa siswanya.
Tak hanya di pondok, sistem sorogan juga berlaku di sekolah. sistem sorogan hanya diberikan kepada santri/siswa baru di yayasan yang masih memerlukan bimbingan individual.
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmara di Dinding Asrama
Fanfiction~Prolog~ {{Aku adalah Aku}} Mikaila Asmarani Azzahra, nama indah pemberian orang tuanya itu memiliki kepribadian yang berbeda dari teman-temannya dan lingkungan yang mayoritas penduduknya ekstrovert. Introvert girl, julukan yang tepat buat karakter...
