Mengejar Cinta Subuh

191 98 186
                                        

"Mencintaimu ibarat sholat qobliyah subuh, khoirun mina addunya wa maa fiihaa."
_____________________________________

Assalamualaikum
Happy reading, dears.
♡♡♡


***

Adzan subuh akan berkumandang, Mikaila yang terjaga sejak sepertiga malam melepas mukenanya dan mencoba membangunkan semua orang.

Gadis itu menggoyang-goyangkan tubuh Sheema yang terlentang berada tepat di dekatnya, dua sejoli tidur dalam tikar yang sama. Sheema hanya menggeliatkan badannya kemudian merubah posisi tidurnya.

"Ya ampun, kebooo! ayo bangun! udah hampir subuh nih, kita harus segera ke majlis sekarang!" Mikaila kewalahan. Ia mengusap kasar wajahnya yang masih terlihat segar.

Mikaila mencoba membangunkan yang lain namun hasilnya nihil, tak ada yang benar-benar bangkit dari tempat tidurnya. Mereka hanya ngelantur dan marah-marah gak jelas.

Kesal, akhirnya ia menghentakkan kakinya dan berjalan melewati sekumpulan orang yang terbaring rapi bak ikan pindang. Ia meraih handuk dan alat mandinya kemudian menuju kamar mandi sendirian saja karana sebelum jam lima kurang lima belas menit ia harus sudah berada di majlis.

"Mumpung masih agak lama juga waktu subuh, sebaiknya aku sekalian mandi aja deh," pikirnya.

Mandi pagi paling sulit di lakukan, apalagi mandi subuh. Walau orang tahu manfaat mandi subuh namun mereka mengabaikannya. Alangkah baiknya jikalau di paksakan hingga menjadi terbiasa, karena sesuatu yang baik terkadang memang harus di paksakan.

Mandi pagi terkhusus mandi subuh tidak hanya membuat badan terasa lebih fresh, akan tetapi juga baik untuk kesehatan. Selain kesehatan fisik, mandi pagi hari juga berdampak baik bagi kesehatan mental, termasuk mengurangi gejala depresi.

Alasan jitu Mikaila rutin mandi sebelum subuh jikalau cukup waktu adalah agar bisa melawan rasa kantuknya pada saat wiridan ba'da subuh nanti. Karena resikonya adalah takziran, walau sebenarnya Mikaila jarang bahkan bisa di bilang tidak pernah mengantuk apalagi tertidur jika bukan pada tempat dan waktu yang tepat.

***

Mikaila kembali ke kamarnya, sebagian santri telah bangun dan berwudhu. Namun sahabatnya tak kunjung bangun juga.

'ada apa dengan anak ini?' gerutunya dalam hati.

Setelah melalui drama yang berkepanjangan, Mikaila bisa bernafas lega. Akhirnya si kebluk Sheema terbangun juga. Tanpa kata, Sheema langsung terburu-buru menuju kamar mandi.

"Hati-hati Sheema, jangan salah masuk kamar mandi lagi ya," teriak Mikaila tanpa di gubris oleh Sheema.

Sheema yang berjalan sempoyongan seperti tengah mabuk itu berhasil membelah kerumunan santri yang berlawanan arah dengannya. Maklum, orang bangun tidur belum sadar sepenuhnya, makanya setiap orang tidak langsung bangkit dari tempat tidurnya, mereka duduk melamun beberapa menit sekedar mengumpulkan nyawa. Mereka yang masih kantuk berat paling doyan menerobos masuk masuk kamar mandi tanpa lihat sekitarnya. Apalagi kalau lagi antri, kelamaan nunggu akhirnya kelamaan juga ketidurannya dengan posisi berjongkok dan menundukkan kepalanya yang di balut handuk di depan pintu kamar Mandi.

"Ba'da kii," sahut sheema usai mengetuk pintu kamar mandi.

"Na'am," santri dari dalam membalas sahutan sheema.

Sheema duduk berjongkok dan melihat sekeliling, antrian begitu padat. Sheema memutar bola mata malasnya,

'Drama subuh emang ngeselin,' batinnya

Asmara di Dinding AsramaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang