Maafkan Asma, Rani.

65 22 23
                                        

Fase keluar dari zona nyaman; semakin kamu mencari ketidaknyamanan maka kamu akan semakin nyaman.

~Rania Safhira~

Assalamu'alaikum Dears,
Happy Reading and stay enjoy with me.


***

"APA?" kejut santriawati pemukim Asrama Aisyah usai mendengarkan cerita Asma.

gadis yang mengejutkan mereka hanya tertunduk menitikkan air matanya.

Mikaila di kejutkan oleh satu kata yang di ucapkan serempak oleh jama'ah penghuni kamar Aisyah, langkah Mikaila terhenti tepat di depan pintu kamar Aisyah, bibirnya gemetaran ketika hendak mengucapkan salam sekali lagi. Beruntunglah belum ada yang menyadari kehadirannya atau ia akan mengganggu topik pembicaraan mereka. Entah apa yang para akhwat itu bicarakan.

"Ada apa?" Bisik Sheema yang berjalan mengekor di belakang Mikaila, langkahnya ikut terhenti.

Mikaila hanya merespon dengan isyarat sepasang retinanya.

Sheema penasaran, ia berjalan sedikit hingga sejajar dengan posisi Mikaila.

"Kita datang di waktu yang sangat tidak tepat," cemas Mikaila.

"Salah! bagiku, ini waktu yang tepat. Ana benar ... apa benar?" sahut Sheema mantap.

"Apanya yang benar? Ayo kita pulang saja. Kita akan kembali besok sepulang classmeeting di sekolah," saran Mikaila.

Mikaila membalikkan badannya dan maju beberapa langkah akan tetapi Sheema dengan sigap menarik lengannya dan menyeretnya hingga di balik barisan lemari yang merupakan sekatan ruangan tempat mereka berkerumun. Sheema mencekal lengan Mikaila hingga keduanya duduk berjongkok, gadis itu hanya mendengus.

Mikaila dan Sheema mulai saling berbisik.

"Ana mau pulang," ucap Mikaila setengah berbisik.

"Wait," cibir Sheema.

Sepasang retina Mikaila membulat sempurna. Sorotan matanya membuat Sheema memaku sejenak.

"Ana tahu matamu indah, tapi tidak untuk hari ini. Sekarang, singkirkan pandangan buruk dari matamu itu." Ledek Sheema.

"Hah?"

"Fokus ...."

"Maksudmu ... kita menguping?"

"Dasar lemot! Ya iyalah!" Decak Sheema,

"Ini moment yang bagus, andai ada ponsel--" sambungnya berandai-andai.

"Dasar seleb sosmed, kau sajalah! ana mau kembali ke asrama saja," potong Mikaila.

"Hiks! Jangan dong!" Paksa Sheema.

Mikaila memutar bola matanya malas.

'Aku berlindung kepada Allah dari godaan kecil yang terkutuk.'

Sheema tersenyum penuh kemenangan, ia sesekali mengintip sedikit dan mendengarkan sebuah percakapan yang menurutnya unik dengan seksama.

Asmara di Dinding AsramaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang