20.

53 5 0
                                        

Lova menggerakkan pulpen dengan tidak minat hingga terbentuklah coretan abstrak yang memenuhi kertas di bagian belakang bukunya. Gadis itu memanyunkan bibir karena kesal tiba-tiba jadi sasaran ledekan.

"Ciye yang ig nya debut di instastorynya pijar playlist." Begitu ucap Evelyn.

Entah apa yang harus dibanggakan dari hal itu. Lova tak menyangka jika akun yang suka update playlist lagu itu ternyata cukup terkenal di sekolahnya. Hampir semua anak kelas mengikuti akun tersebut, tak terkecuali empat temannya ini.

"Lo deket ya ama pemilik akun itu? kasih tau gue dong yang mana orangnya, desas-desusnya sih anak sekolah kita," kata Kyla menggebu-gebu.

Mungkin tak usah terlalu banyak menebak tentangnya. Yang jelas pemilik akun itu memanglah salah satu murid SMA Diamond. Lagi pula orang gabut mana yang bisa-bisanya share playlist spotify di akun milik sekolah. Lova masih tak habis pikir dengan hal itu. Apakah sekolah hanya diam saja, tak melakukan tindakan apapun untuk murid yang 'nyeleneh' itu?

"Tau apa gue? orang gue juga baru jadi followersnya. Dianya aja yang sokab," balas Lova yang masih kemusuhan karena lagu bahasa rusia yang di dapatkan.

Untung saja saat itu yang ia gunakan adalah second accound miliknya, makanya Lova sampai berani dm hanya demi request lagu kpop.

"Udah ih, gak usah cemberut mulu. Nanti cantiknya ilang," celetuk Dante yang melirik Lova masih dengan raut kesalnya.

"Jijay ih!" Justin langsung mengusap wajah Dante geregetan.

Sedangkan Evelyn dan Kyla kompak pasang wajah julidnya untuk Dante.

Terkenal sebagai best couple di kelas, tak jarang banyak yang bereaksi pro dan kontra terhadap teman sebangku itu. Melihat chemistry mereka yang sangat kompak jika sedang bekerja kelompok kadang membuat warga kelas pro dan sangat mendukung mereka untuk menaikkan statusnya. Namun kalau sudah melihat Dante yang mode bucin alay, semua langsung kontra rasanya ingin memisahkan mereka berdua. Karena jika sudah begitu, seakan dunia hanya milik berdua.

Lova selama ini menganggapnya sebagai candaan layaknya anak SMA. Di mata Lova, pandangan untuk Dante murni sebatas teman yang dengan sewajarnya selalu ada di saat suka dan duka. Namun nyatanya Dante sudah jatuh lama pada gadis itu, yang secara tak sadar suka mengalirkan energi positif di saat dirinya sudah lelah menghadapai fakta akan kehidupan yang mau tak mau harus tetap di jalani.

"Eh, rekomendasi lagu yang enak di denger pas main skate dong!" tutur Justin sedikit frustasi. Cowok itu dari tadi terlihat sibuk dengan ponselnya, mungkin mencari lagu yang dimaksud itu tapi tak mendapatkannya. Cowok yang memiliki hobi bermain skateboard itu lantas menatap temannya satu persatu menunggu jawaban yang akan keluar dari masing-masing mulut mereka.

"Selera musik lo yang kayak gimana emang, Just?" tanya Evelyn dengan serius.

"Apa aja gue suka, apalagi lo." Justin melayangkan tatapan aneh pada Evelyn berniat menggoda sampai gadis itu bergidik ngeri. Lantas cowok itu harus pasrah termundur karena Evelyn langsung mendorong keningnya.

"Kenapa gak request ke pijar aja?" usul Dante yang diangguki Kyla.

Justin melipat kedua tangan di meja. "Tapi dia lagi gak buka request hari ini," ujarnya kemudian menguap bosan.

"Dm aja kek gue," celetuk Lova terkesan cuek. Gadis itu bahkan tak menoleh pada Justin yang membutuhkan saran.

"Ide bagus!" Justin jadi menegakkan tubuh jadi antusias kembali. "Kalo gitu gue nitip requestnya ke lo aja ya, Va. Please!"

Lova melongo, apalagi melihat Justin yang memohon di hadapannya. Penting banget segitunya nyari lagu buat main skateboard doang? kenapa Justin gak pake lagu yang dia punya aja sih? bikin repot aja numbalin orang seenak jidat.

A GiftTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang