"Karena sudah menikah jangan panggil saya lagi dengan oom," katanya berbisik halus ditenga membuat tubuh dengan impulsif bergidik.
"Kalau begitu apa dong oom-eh. Aduh, maaf keceplosan. Oom ada saran?"
"Panggilnya mas aja."
Dengan satu alasan konyol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taehyung sudah bilang sejak kemarin bahwa esok dia akan mulai kembali bekerja. Meski engan dan tak betah Jungkook tak mau ia dicap sebagai orang yang lepas tanggung jawab melihat statusnya sebagai pasangan. Entah ia yang masih menyukai V, atau memang tidak menaruh perasaan apapun pada Taehyung tak mengubah fakta bahwa ia sudah memiliki suami. Paling tidak tugas-tugas yang Taehyung maksud melayani itu harus Jungkook tunaikan juga.
Jadi oleh karena itu tepat jam lima lebih Jungkook juga ikut bangun membantu mempersiapkan kebutuhan apa saja yang diperlukan Taehyung pergi kerja, pria itu bilang soal persiapan kerjaan dia bisa mengaturnya sendiri Jungkook bisa membantu dirinya menyiapkan stelan baju kantor, menyiapkan air untuk mandi dan mungkin jika tidak merepotkan Jungkook bisa membantunya menyiapkan porsi sarapan. Saat masih sendiri Taehyung akan mengisi perut dengan roti dan segelas kopi tanpa gula. Sendiri, karena V masih tidur atau memang dia bisa melayap pergi keluar. Pergi dan pulang ke rumah sesuka hati tanpa harus berpamitan pada ayahnya terlebih dahulu. Dan memangnya untuk apa dia melakukan hal itu jika ayahnya melakukan hal yang sama yang ia ikuti. Berangkat saat tidur pulang saat ia juga dalam keadaan lelap. Seperti dua penghuni yang tak pernah berinteraksi meski mendiami rumah yang sama.
Jungkook di kursi meja makan menemani Taehyung yang tengah menyantap sarapan yang ia buat ala kadarnya, meski tak ikut makan lelaki tua itu bilang ingin ditemani. Sejak makan malam berdua tadi malam Taehyung sudah mengatakan itu sekali yang berarti harus ia lakukan saat dia menduduki meja makan seperti sekarang.
Jungkook memang bisa memasak tapi tidak semahir ibunya. Hanya jenis masakan yang biasa ia buat untuk bertahan hidup, Taehyung memang tidak banyak berkomentar dan meminta ingin dibuatkan apa dia akan makan sesuatu yang memang Jungkook masakan. Tapi tentu saja hal seperti ini tak bisa dibiarkan, Jungkook tahu betul ia harus belajar bagaimana menjadi pasangan pihak bawah yang baik dengan banyak melayani suaminya hanya sampai dia bosan, sampai pernikahan ini memungkinkan untuk ia bawa ke pengadilan dan cerai.
Iya, cepat atau lambat baik Taehyung atau dirinya lebih dulu Jungkook sudah memiliki niat untuk berpisah. Dia tak mencintai suaminya, dan ia juga harus berusaha melupakan V yang masih membekas didadanya. Apapun itu Jungkook harus belajar untuk tidak lagi berurusan dengan keluarga ini dan meniti hidup baru. Mungkin nanti dia akan mengambil banyak kelas, mengejar pekerjaan paruh waktu dan berkerja di kerjaan impian. Ia harus punya tujuan, bukan hidup mengambang dengan duduk diam di rumah. Sudah seperti pernikahan mainan saja.
"Jung, kamu melamun. Saya bertanya kamu hanya duduk diam dengan pandangan kosong. Sepagi ini, memikirkan apa?" Taehyung menyadarkan. Selagi memakan sarapannya Taehyung memang tak lepas melihat Jungkook yang duduk di kursi sebrang dengan dua tangan yang terlipat didepan dada, masih memakai baju tidur semalam dengan luaran yang dilapisi jaket tipis rajut berwarna abu.
Tetap menawan dan manis dilihat meski belum menyentuh air, justru wajah polosnya sekarang malah membuat Jungkook terlihat lebih murni dan menarik. Seperti bayi menggemaskan dengan dua pipi yang membengkak.