Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

38. Just wanna hear your voice again, Jungie

1K 110 9
                                        

Hari ini hujan mengguyur dengan deras, Jungkook meringkuk sendirian di kamar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini hujan mengguyur dengan deras, Jungkook meringkuk sendirian di kamar. Tapi rasanya Jungkook tak bisa tidur tenang karena dia terus mendapat sedikit gangguan.

Tuk! Tuk! Tuk!

Jungkook hanya bisa menghela napas mendengar ketukan itu kembali ia dengar. "Besok-besok minta appa tebang pohon didepan yang rantingnya menyentuh jendela. Berisik ya sayang."

Tuk! Tuk! Tuk!

Dan masih banyak lagi dan lama dan ketukan itu tak bisa berhenti membuat Jungkook kesal dibuatnya. Baiklah ini sudah keterlaluan dan. Jungkook tak punya batas sabar. Dengan perasaan yang sepenuh diisi oleh jengkel Jungkook turun dari ranjang dan mengecek sendiri apa itu memang ranting pohon atau apa. Seperti batu kecil yang dilempar sengaja pada kaca jendela, tapi untuk apa. Siapa yang akan berbuat iseng ditengah hujan deras seperti ini.

"BERHENTI MELEMPAR JENDELAKU! AKU AKAN MENUNTUT GANTI RUGI JIKA KACANYA SAMPAI PECAH DAN ANGIN MASUK KEDALAM KAMAR!" teriak Jungkook lantang entah pada siapa yang sekarang ada diluar. Apa itu anak tetangga yang sengaja bermain-main dengannya. Kenapa mereka usil sekali pikirnya.

"JUNGKOOKIE INI SAYA!" teriakannya kembali mendapat tanggapan dengan teriakan yang lain.

Jungkook melempar atensi kebawah dan melihat sesosok orang yang menjulang tinggi dengan sekujur tubuh yang total basah. Entah berapa lama dia berdiri di sana sehingga dia terus-terusan bergidik. Ah tidak, Jungkook juga mengerti sekarang. Orang yang menjadi biang dari kerusuhan ini adalah Taehyung. Penampilan lelaki itu sungguh terlihat buruk. Tubuhnya kurus kering dengan kantung mata yang membesar dibawah. Oke, itu tidak penting karena Jungkook memang tidak peduli. Sekarang alasan dibalik dia yang bekerja keras untuk memaksanya untuk menunjukkan diri dibalik jendela.

"Tolong jangan dulu ditutup jendelanya. Saya ingin bicara dengan kamu."

"Aku nggak ada waktu buat ladenin mas Kim! Lebih baik mas pulang dan tidur di rumah. Kalau terjadi sesuatu pada mas, aku yang nantinya bakalan disalahin karena nggak inisiatif ngasih mas pintu." masih dengan raut kesal yang dipertahankan Jungkook menutup jendela dan menguncinya lalu kembali bergelung di ranjang. Saat tahu penyebab kebisingan ini Taehyung kesalnya malah naik berkali-kali lipat dari yang sebelumnya entah kenapa. Taehyung hanya duduk diam memandang kearahnya pun rasanya rasa kesal itu akan terpicu dengan mudah datang.

"Jungkookie saya mohon waktu kamu sebentar saja. Kamu tidak perlu membukanya cukup lihat saya saja dari balik jendela."

Tuk! Tuk! Tuk!

Teriakan disertai ketukan jendela itu membuat Jungkook geram tak tertahankan. Apakah sepanjang waktu hingga malam pun dia akan terus menerus memaksanya keluar dan bicara dengan jalan seperti itu. "Ini tidak akan selesai sebelum membuat mas Kim pergi."

Dengan perasaan jengkel yang menggelayut Jungkook turun dari ranjang lalu kembali membuka gorden tanpa perlu ia buka yang langsung disuguhi senyum bergetar oleh lelaki dibawah. Dia sudah mencapai batas dinginnya. Tak ada yang akan dapat menduga berapa Taehyung bisa bertahan dan ambruk dibawah. Semoga saja ini cepat selesai agar dia juga bisa meneduh dan pulang.

Date Your Father [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang