"Karena sudah menikah jangan panggil saya lagi dengan oom," katanya berbisik halus ditenga membuat tubuh dengan impulsif bergidik.
"Kalau begitu apa dong oom-eh. Aduh, maaf keceplosan. Oom ada saran?"
"Panggilnya mas aja."
Dengan satu alasan konyol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi mas mau bilang apa."
Setelah menunggu suami mandi dan makan seperti biasa tempatnya di ruangan dilantai bawah. Tapi bukan di ruang tv tapi ruangan yang biasa menyambut tamu yang datang ke rumah. Bentukannya sama seperti ruang tv. Ada sofa yang melingkar, meja kaca ditengah tapi tentu di sini lingkupnya lebih luas tak disekat-sekat dinding agar bising tak terlalu menembus keluar.
Jungkook bersampingan bersama Taehyung yang juga sepertinya seperti terlihat menunggu waktu ini untuk mengatakan apa yang menjadi pikiran lelaki itu lama padanya. Sepenting itukah sampai harus menunggu waktu yang tepat untuk bicara, padahal setiap hari mereka bertemu dan bicara. Taehyung yang seperti ini malah membuatnya takut.
"Tidak, kamu duluan saja. Kamu sudah menunggu ini dari siang dan katanya ingin cepat memberitahu saya saat saya pulang ke rumah." Taehyung mempersilakan Jungkook mengatakan pesannya lebih dulu, melihat bagaimana senangnya dia saat menyambut pulang Taehyung agaknya juga sungkan untuk melunturkan itu dengan apa yang akan ia sampaikan. Terkejut? Sudah barang tentu. Tapi bukankah jalan yang ia tawarkan ini lebih baik untuk hubungan rumah tangga mereka kedepannya.
Jungkook menggeleng tak setuju. "Nggak mau, mau denger mas Kim dulu bilang apa. Kelihatannya serius banget ya, masalah apa mas Kim."
Taehyung tak langsung diam tapi menatap, memperhatikan lekat bagaimana dua bola mata bulat yang juga tengah menatapnya sekarang. Jungkook gugup.
"Pernikahan kita," ucap Taehyung dengan intonasi yang jelas.
"Ada yang salah memangnya dengan itu."
"Maaf jika ini terdengar mendadak, tapi Jungkookie saya harus mengatakan ini padamu." Taehyung mendekat, meraih dua tangan yang terasa basah karena keringat itu untuk dia genggam. "Bagaimana jika kita bercerai saja."
Dan dengan gerakan refleks Jungkook langsung menghempaskan sentuhan suaminya dalam satu kali hempasan. Ia sudah menduga ada sesuatu hal buruk yang terjadi yang akan menimpa tapi bukan mengarah ke sana. Mungkin saja urusan pekerjaan yang mengharuskan Taehyung dipecat dan mereka pindah, atau dia yang harus pergi jauh keluar kota dan meninggalkannya lama. Atau mungkin juga kabar duka yang ia terima dari sanak keluarga. Dan sekarang ia memang mendapat kabar duka itu, bukan dari lingkup eksternal tapi dalam rumahnya sendiri.
Cerai? Bukankah itu berarti mereka akan putus hubungan dan dirinya tidak tinggal lagi dihunian ini. Jungkook bukan menyayangkan karena dia tak bisa hidup mewah, tapi bagaimana dia bisa meninggalkan suaminya sedang dia dalam kondisi seperti ini. Tanpa kejelasan yang jelas dan tiba-tiba. Baru menginjak setahun lebih menuju angka dua dan pernikahan ini selesai? Bukankah ini sebuah lelucon pikirnya.
"Maksudnya? Kenapa jadi tiba-tiba minta cerai mas Kim. Aku ada salah mas Kim, aku pikir kita masih baik-baik aja belakangan." Jungkook tegang. Siapa yang tak tegang diminta berpisah secara mendadak seperti ini.
Taehyung menghela napas panjang dan ikut menggeleng singkat. "Kamu baik dan segala sesuatu yang ada pada diri kamu membuat saya tertarik dan saya suka. Saya menyukai kamu Jungkookie dan ingin tetap menyimpan kamu lama menjadi milik saya seperti sekarang dan hari-hari kedepan."