Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

30. Let it flow

1K 83 2
                                        

“Saya sebetulnya ingin mengajak kamu berkebun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Saya sebetulnya ingin mengajak kamu berkebun. Bukan, maksudnya ingin mengajak kamu memanen buah. Kenalan saya ada yang bekerja sebagai petani buah dan sayur yang ditanam sendiri, waktu itu mengundang saya untuk ke tempatnya. Mungkin sekarang bisa saya iyakan bersama kamu.”

Sekarang sudah mau dipeluk saat jalan. Keduanya berjalan bersampingan dengan satu tangan Jungkook yang merajah pada pinggang suami erat. Sesekali kepala disandar nyaman pada bahu dengan tangan yang ringan tak membawa apa-apa beda dengan ayah gulanya yang terlihat ringkih tapi merasa ini beban. Motto hidupnya sekarang adalah apapun yang membuat Jungkook senang turut membuatnya senang juga. Kalau moodnya dibuat bagus seharian biasanya, biasa ini mah aktivitas malam juga lancar. Memang tidak akan setiap hari tapi memang bisa dikatakan sering, terlalu sering sampai-sampai membuat Jungkook bosan tapi suaminya tidak. Lelaki tua ini tak akan menolak saat diajak berhubungan kapan pun sesukanya.

“Emang tawarannya masih berlaku. Nggak kelamaan mas.” Jungkook menyeruout es kopinya sedikit lalu ia bantu naikkan ke atas agar Taehyung juga bisa meminumnya pada sedotan yang sama.

“Saya tanyakan lagi apa dia masih mengizinkan saya pergi dan membicarakan waktu yang tepat untuk yang sekiranya tepat untuk kita berdua datang. Di sana kita bisa memetik banyak buah sedang untuk sayuran kita minta yang sudah dipanen saja, rasanya pasti lebih segar karena didapat dari hasil panen hari itu juga.”

Banyak juga relasi yang dia punya. Mungkin yang dimaksud suami sekarang bukan sekadar petani biasa melainkan tuan tanahnya yang mengelola. Sampai dia percaya diri mereka bisa memetik dan memanen sesukanya seperti itu.

“Hm, masih sekitaran Seoul?” tanya Jungkook selagi mendongak ke atas membuat lelaki itu merunduk dan ia bantu mencium sudut bibir yang tertinggal sedikit jejak whipe cream.

“Iya, ada waktu satu jam perjalanan dari rumah,” katanya ikut merunduk siap mencuri kecupan pada bibir tapi kalah cepat dengan Jungkook yang menghindar. “Kita beli topi sun hutnya sekarang saja bagaimana untuk persiapan, coba-coba saja sekalian bantu saya pilihkan.”

Jungkook mendengar itu hanya tersenyum hambar. Selalu pikirnya seperti itu. “Belum juga dibicarain sih mas udah ngebet beli ini itu. Aneh mas Kim.”

“Justru saya menyiapkan dari sekarang. Begitu Woojin mengiyakan kita tinggal langsung pergi dari rumah. V suka semangka, nanti kita minta bungkus juga satu atau dua.”

Jika ada kaitannya dengan V dia pikir bukan masalah. Hitung-hitung acara kencan mereka nanti ada untungnya untuk orang rumah termasuk V yang seringkali banyak kena hirau. Hidup serumah dengan orang tua barangkali membuat dia jenuh dan pahit-pahit muak karena disuguhi oleh mereka yang acap kali sering didapat bermesraan berdua. Dengan berlaku baik dan bersikap sebagai orang tua yang sayang anak mungkin dapat memberi kesan yang dari dirinya untuk V, karena selama ini yang Jungkook ingat dia hanya menunjukkan yang buruk-buruk saja.

“Pakai yang ini,” katanya dengan dua kaki berjinjit dan membantu memasang satu buah topi pelindung dari panas pada suami. “Jadi kayak coboy,” lanjut Jungkook memberi komentar.

Date Your Father [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang