"Karena sudah menikah jangan panggil saya lagi dengan oom," katanya berbisik halus ditenga membuat tubuh dengan impulsif bergidik.
"Kalau begitu apa dong oom-eh. Aduh, maaf keceplosan. Oom ada saran?"
"Panggilnya mas aja."
Dengan satu alasan konyol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dan proses perceraian ini berjalan mudah lancar tanpa ada hambatan, kedua belah pihak patuh dan mengikuti jalannya proses perceraian dengan baik. Apalagi dari pihak Jungkook sama sekali tidak menuntut apapun selain putus hubungan dan kedua orang itu dinyatakan resmi berpisah, bukan lagi pasangan menikah. Jungkook tak merasa ia harus menuntut ganti rugi karena dipermainkan dengan sejumlah uang yang harus Taehyung bayarkan, atau pun hak nafkah yang harus lelaki itu kirimkan perbulan untuk menunjang kebutuhan bayi mereka, keluarga Jungkook juga tidak menuntut itu. Semua hal yang mencakup kebutuhan Jungkook dan cucu mereka akan menjadi tanggungan mereka saja karena keluarga juga mampu.
Dan kabar perceraian ini mulai menyebar dan menjadi topik pembicaraan keluarga. Dari lingkup internal tentu saja menyayangkan, mengingat saat hari pertama menikah dan dua keluarga besar duduk bersama, sayang sekali jika harus diakhir begitu saja. Keluarga dan orang Taehyung juga sangat menyayangkan karena harus merelakan Jungkook pergi dan bukan lagi bagian mereka, *** sampai memaksa agar Taehyung terus membujuk anaknya untuk membatalkan ini. Jungkook hanya linglung dan tak sepenuhnya ingin berpisah, dia yakin hubungan mereka masih bisa disambung lagi. Tapi sebagaian lain yang juga tak tahu mengapa hanya bisa pasrah dan tak tahu harus memberi respon apa selain diam saja dan ikut menyayangkan, mungkin saja karena dulu pernihan keduanya tanpa persiapan dan terkesan terburu-buru dampaknya malah bercerai diusia pernikahan yang baru seumur jagung. Terlalu dini bahkan. Entah alasan apa yang medasari Taehyung dan Jungkook pasti yang lebih tahu ini baik untuk mereka.
Dua kali persidangan dilakukan dan tak berlangsung lama sekitar dua jam, itu pun hanya dihadiri Taehyung dan belah pihak sana ibunya Jungkook dan anaknya yang tertua. Terus diwakilkan. Tapi yang terakhir putusan dari hakim meminta bahwa kedua belah pihak yang memang bercerailah yang sangat dimohon untuk datang dan itu mau tak mau Jungkook juga harus diikutsertakan.
Maka itulah dibulan november ditanggal dan di hari yang sama saat pertamakali keduanya berbincang berdua di tempat yang itu-itu saja. Di café di mana Jungkook bicara. November seperti menyiratkan bulan menyedihkan, penuh harus juga berbunga pada satu kenangan lain. Dibulan ini mereka dekat, tapi dibulan ini juga mereka harus berpisah dan memutuskan hubungan. Taehyung sudah menempati kursinya lebih dulu dispace jalan kosong yang ada ditengah, dan disisi samping ada Jungkook yang sudah dituntun sang ibu dan mendudukan hati-hati di sana. Selalu dan selalu terlihat cantik saja setiap saatnya.
"Jungkookie apa kabar? Senang bisa melihatmu lagi." Taehyung memberanikan diri menyapa. Dia tak bisa berlagak apatis dan diam saja saat melihat orang yang disukainya dan orang yang ingin sekali ia pertahankan lama kini berada didepan mata.
Jungkook meremas jemari canggung, memalingkan muka tapi hanya sampai pada dua sepasang sepatu orang yang tak lama lagi menyandang menjadi mantan suami. "Aku baik, aku merasa lebih segar dan tenang karena bisa menghirup lagi dunia luar."
Menghirup lagi dunia luar. Seterkurung itukah Jungkook lalu saat memilih untuk bersembunyi dibilik kamarnya kecil karena takut kedatangan Taehyung ke rumah sedang dia masih berada diluar.