"Karena sudah menikah jangan panggil saya lagi dengan oom," katanya berbisik halus ditenga membuat tubuh dengan impulsif bergidik.
"Kalau begitu apa dong oom-eh. Aduh, maaf keceplosan. Oom ada saran?"
"Panggilnya mas aja."
Dengan satu alasan konyol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semenjak diperjalanan sampai pulang ke rumah keduanya masih diliput diam, Jungkook tak mengatakan apapun selain duduk tenang di kursi mobil selagi tangan meremas jemari sesekali memainkan gelang yang melingkar dipergelangan. Ia tatap lekat dan tersenyum. Ini pemberian hadiah pertama dari Taehyung pada dirinya, teringat saat berpacaran dengan si mantan barang yang diberi pun hal yang sama yakni sebuah gelang. Masih Jungkook simpan dan bawa ke kamar. Ah, apa ayah dan anak itu nemilih selera yang sama pikirnya.
Dalam redup isi dalam mobil Jungkook terus mempertahankan bagaimana gelang dengan bandul angsa itu terus berkilauan, cantik sekali batinnya. Tapi Taehyung bilang benda ini jadi terlihat cantik saat ia yang pakai. Iyakah? Lelaki tua itu banyak membual.
"Udah pulang, kirain mau sampai tengah malem." V yang duduk diam sendiri di ruang tv itu dikejutkan dengan kehadiran ayahnya yang tanpa disadar baru saja kembali dari dapur dengan satu gelas sedang berisi air dingin yang ia teguk setengah dan letakan di atas meja. V menunggu orang tuanya pulang, ia pikir mereka kembali saat waktu petang sekitar jam enam tapi lihatlah kedua pengantin itu malah baru menginjakkan kaki saat jam setengah sebelas malam.
Sialan, membuat orang kesal saja pikirnya.
Tapi memangnya untuk apa kedua orang itu harus V tunggu, Taehyung bahkan bilang sendiri V bisa pergi dan kembali pada aktivitas ia bermain dengan pacar mengingat ini adalah malam minggu. Tak usah memikirkan rumah apalagi mereka karena Taehyung sudah barang tentu akan menjaga Jungkook dan mereka bisa melakukan apapun diluar dengan jam batas kapanpun tanpa harus membuat orang khawatir. V senang mencari masalah.
"Loh dari tadi kamu ada di rumah V. Ayah kira kamu ikut main sama pacarmu atau baru pulang." Taehyung membuka satu persatu kancing kemejanya yang membuat ia gerah. Bibir tak tahan ingin menerbitkan senyum, mengingat ciuman sebelum pulang membuat ia merasa telah memenangkan pertarungan besar. Putusannya mengajak Jungkook pergi jalan dan keluar, menahan rasa mual karena banyak makan ternyata untungnya bisa sebesar ini.
"Nggak ke mana-mana, tadi sempet keluar tapi udah pulang. Rencana besok siangnya, sekarang udara dingin." V menyadarkan punggung santai kesofa belakang tanpa mau menatap ayahnya. "Lagian ngapain aja sih diluar, betah banget pergi duaan," V kembali mencibir.
"Ya seperti itu, ayah tidak tahu tapi Jungkook bilang ini namanya pacaran."
"Geli kalau denger ayah yang bilang." dia menoleh menatap ayahnya dengan dua bahu yang bergidik.
"Jungkookie juga bilang seperti itu. Ayah memang sudah terlalu tua ya untuk pacaran."
"Nggak akan mandang umur juga sih, siapa juga kalau pacaran terserah nggak akan ada yang larang. Lagian ayah juga pacaran sama suami sendiri."
Memang tidak ada larangan, apalagi Taehyung melakukannya dengan pasangan resminya dan mereka bisa melakukan apa yang mereka mau. Tapi kenapa V terus dibuat kesal dan tak suka, dia tak senang melihat kedekatan dua orang itu dan Jungkook yang berlagak sombong dan angkuh saat melihatnya.