"Karena sudah menikah jangan panggil saya lagi dengan oom," katanya berbisik halus ditenga membuat tubuh dengan impulsif bergidik.
"Kalau begitu apa dong oom-eh. Aduh, maaf keceplosan. Oom ada saran?"
"Panggilnya mas aja."
Dengan satu alasan konyol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini setelah dibantu berbenah juga berpamitan dengan keluarga Jungkook diboyong pergi oleh suami untuk meninggali hunian bersama. Masih di rumah yang sama di mana mereka mengadakan acara pertemuan makan malam bertiga dengan anak sambungnya malam itu. Sebeltunya malam itu bukan kunjungan pertama karena semenjak berpacaran dengan V terkadang ada saat di mana Jungkook pun diajak main ke rumah jadi sedikit-sedikit seluk beluk rumah besar ini Jungkook tahu.
Rasanya selalu sama. Hening, kosong, dan senyap. Terkadang saat bertandang ke rumah V bilang dia sendiri dan ditemani para pegawai karena ayah ada diluar. Entah memang betulan kerja atau barangkali lelaki itu diam-diam sudah memiliki hunian juga keluarga yang lain tanpa sepengetahuannya karena saking jarangnya Taehyung pulang ke rumah jawab V saat Jungkook kedapatan bertanya si ayah ke mana. Anak itu memang banyak stok kalimat sarkas didalam kepalanya.
Tapi dengan alasan apapun Taehyung memang jarang menempati rumah. Dia biasa tidur di ruang kerja atau hotel terdekat yang biasa ia jangkau dekat dengan tempat pekerjaannya. Waktunya banyak terkuras diluar hingga melupakan satu-satunya keluarga yang ia miliki sepeninggal sang istri, nyatanya dibalik sikap dingin dan bekunya itu V pun butuh yang namanya perhatian. Kesampingkan soal usia, V memang sudah besar dan mengandalkan diri sendiri hanya saja perhatian-perhatian kecil seperti pertanyaan dia pergi ke mana, bagaimana menjalani hari, atau kesibukan yang dia miliki terkadang V ingin dengar dari sang ayah. Coba sekali saja tanya, apa ayahnya itu tahu dia berkuliah di mana, mengejar studi apa dan lulus dengan gelar seperti apa. Taehyung pasti buntu.
V sangat membenci ayahnya karena itu.
Mungkin saat dia memang sudah siap berkeluarga dan menjadi ayah, V akan belajar dan tidak boleh mengulang apa yang ayahnya lakukan padanya. Anak-anaknya nanti tidak boleh tumbuh dan merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan. Penuh dengan kebencian dan rasa ketidaksukaan tapi tak bisa berbuat apapun karena Taehyung adalah ayahnya dan semua yang ia pakai dan hal-hal yang ia gunakan sebagai penunjang hidup bagaimanapun ia peroleh dari pria tua itu. Karenanya V juga harus tahu diri dan berterima kasih pada ayahnya dengan menganggap dia sebagai bagian keluarga.
Dan sekarang V sudah memiliki orang tua sambung, jika pun ayahnya kembali dengan aktivitas dan kesibukan seperti biasa V sesekali mungkin akan dapat perhatian dari papah barunya. Tapi tentu saja kasih sayang yang diberi atas dasar orang tua pada anak. Tak lebih.
Aneh dan menggelikan. Bagaimanapun Jungkook adalah mantan pacarnya. Jalinan cinta lebih dari dua tahun barang tentu skinship pun pernah mereka lakukan meski belum berani sampai pada tahap memasuki. Genggaman tangan, berbagi hangat dengan pelukan dan bagaimana lembutnya dua bilah daging kenyal yang memberontak ribut dan menggoda rongga mulutnya kala itu V masih ingat dengan jelas. Bagaimana Jungkook duduk dipangkuan, dengan kalungan tangan pada leher dan ia yang memerangkap pinggang dengan satu tangannya posesif. Iya, V membayangkan itu sekarang.
"Ditanya malah bengong. Kamu dengar ayah bilang tadi apa." Taehyung membuyarkan lamunan.
V menggelengkam kepala singkat mencoba mengambil alih kesadaran. Dia bahkan tak sadar apa saja yang sudah ia lakukan, bukankah tadi mereka duduk berempat didalam mobil. Seorang supir yang menemaninya didepan dan dua pengantin baru duduk berdua dibelakang. Kapan ia turun, dan bagaimana ia bisa tak sadar dua langkahnya membawa ia ke rumah.