Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

19. You know it hurts me too

1.4K 99 14
                                        

"Sayang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sayang." seruan itu terdengar lantang menyeluruh pada sepanjang lorong lantai dua. "Sayang, di mana?" panggilnya lagi.

"Sini mas," ucap Jungkook pelan yang tentu saja tak terdengar. Dia berdiri depan ranjang dengan fokus pada ponsel yang sedang menampilkan roomchat bersama ibunya disebrang.

"Mas pulang," Taehyung kembali menyapa dengan pintu kamar yang ia buka. Ia sudah akan berburuk sangka karena tak menemukan Jungkook dibawah, tapi ternyata si manis itu diam di kamar.

"Hm." Jungkook berdehum tanpa mengalihkan tatapannya pada ponsel. Menunggu-nunggu balasan sang ibu yang alot. Keadaan di rumah sana sedang runyam karena ada yang sakit.

"Saya mau peluk."

"Iya sini." Jungkook santai merentangkan satu tangan lebar kesamping agar Taehyung bisa menerjangnya dan membawa dia pada pelukan. "Aku baru mau turun kebawah mas udah naik ke atas," ucap Jungkook menyimpan kedua tangannya di atas bahu. Sesekali pandangan tak bisa ia lepaskan dari ponsel.

Taehyung mengendus leher suaminya yang wangi. Sudah mandi dan tercium segar, berbeda dengan dirinya yang apek dan bau matahari. "Iya pantas saja saya cari dibawah tidak ada."

"Mas mandi dulu ya terus makan. Aku nggak ikut makan sih tapi temenin mas aja."

"Saya mau mandi dan makan tapi bukan makan dibawah tapi memakanmu saja Jungkookie." Taehyung manja. Pernyataan orang dulu yang bilang kalau usia semakin tua malah semakin menjadi memang ada benarnya, apalagi Taehyung seperti bonus tersendiri karena yang ia miliki seorang yang masih berusia muda dan baru. Jungkook memenuhi dan memanjakan semua kebutuhannya tak tertinggal.

"Kemarin malem juga mas udah aku kasih ya. Heran nggak ada capeknya." Jungkook merutuk. "Mana pagi juga nggak absen buat nambah. Dasar oom-oom tua banyak akal." merasa gemas Jungkook mencubit bagian sisi pinggang Taehyung kecil.

"Saya tetap menginginkannya lagi. Kamu membikin saya candu, dari kantor saya sudah tak sabar pulang dan menemuimu. Saya jadi tak bisa fokus karena terus memikirkan kamu Jungkookie. Saya ingin kamu, ingin sekali."

"Yang begituan mah gampang, pokoknya sekarang mas mandi terus makan dibawah aku temenin. Nanti makannya takut keburu dingin nggak enak." Jungkook mengangkat tangan keatas mencoba lepas dari jeratan dua tangan yang melingkup pinggang.

"Saya masih rindu dengan kamu."

Awalnya memang hanya sebatas pelukan yang erat tapi kini Taehyung semakin berani dengan merayap kedua tangan memeta setiap inchi tubuh suaminya yang sempurna. Pinggang, bokong dan merambah naik dengan nakal pada isi dalam baju. Begitu sangat tak beraturan dan terburu-buru.

Jungkook meringis tertahan saat hisapan dan gigitan ia dapat pada bagian bahu yang sengaja Taehyung singkap bajunya kebawah. Diberi ciuman kecil-kecil merambat terus sampai leher dan sampai dibibir. Selalu begini. Semakin hari Taehyung malah terus menggebu-gebu untuk merajah tubuhnya seperti tak pernah puas. Manjanya naik tak peduli di rumah ini tak hanya diisi oleh mereka berdua. Saat menonton tv berdua dibawah Taehyung juga tak lepas menjerat tubuhnya dengan kepala yang bersandar pada dada, mengecupi pipi dan tidur dengan posisi memeluk. V yang merasa risih biasanya akan pergi sendiri.

Date Your Father [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang