"Karena sudah menikah jangan panggil saya lagi dengan oom," katanya berbisik halus ditenga membuat tubuh dengan impulsif bergidik.
"Kalau begitu apa dong oom-eh. Aduh, maaf keceplosan. Oom ada saran?"
"Panggilnya mas aja."
Dengan satu alasan konyol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mas." Jungkook hati-hati membuka pintu kamar. Taehyung duduk di ranjang dengan kacamata yang entah kapan dia pakai. Saat melihat kedatangan Jungkook kembali ke kamar Taehyung cepat menutup buku yang dibacanya pada rak dan melipat kacamatanya kembali.
"Sudah ditidurkan?"
"Iya, begitu udah minum obatnya aku langsung suruh dia tidur biar pagi bisa baikkan sekalian diperiksa dokter ke sini. Takutnya gejala tipes sama kayak Yuan." Jungkook mendekat dan menaiki ranjang.
"Katanya virusnya menyebar di anak-anak tapi mengenai V juga."
"Emang udah harusnya dia juga kena."
"Kenapa?" tanya Taehyung ambigu.
"Apanya." Jungkook tak menangkap pertanyaan.
"Kamu ada masalah."
Jungkook menggelengkan kepala singkat. Pernyataan V saat di kamar membuat ia sedikit terguncang. "Nggak ada, cuma ngantuk aja. Mas tidur ya, aku lagi nggak bisa diajak ngobrol seperti biasa. Besok juga harus siap-siap nyiapin pergi buat ke rumah, itu pun kalau V aku lihat baik dan bisa ditinggal."
"Oh iya, lagi pula sudah malam."
Jungkook dan Taehyung sudah lelap setelah lampu kamar dimatikan. Sinar lampu yang terang membuat mata silau jadi lebih baik kamar dibiarkan dalam keadaan temaram dengan sumber sinar yang berasal dari lampu tidur yang sengaja dihidupkan. Taehyung tidur terlentang dan Jungkook mengusal didada, meski mata terpejam sungguh Jungkook tak bisa merasa nyenyak semalaman ini. Dia ingin mengusir perasaan gundah yang dia rasakan. Ingatannya terus terbayang-bayang pada V. Bagaimana dia sekarang, apa pria itu sudah tidur pikirnya.
Tak mengira jam berapa sekarang Jungkook memilih untuk melepaskan diri dan mengecek keadaan anaknya langsung. Ia akan bertanya karena bisa saja membutuhkan bantuan seperti ingin dibawakan minum atau yang lain Jungkook bisa bantu.
"Ke mana?" Taehyung membuat Jungkook yang sudah akan memakai sandal rumah itu diam. Pergerakan ranjang membuat lelaki itu ikut bangun.
"Mau ngecek V dulu bentar siapa tahu dia lagi butuh bantuan. Mas tidur lagi aja, aku nggak akan lama kok." Taehyung hanya mengangguk dan menutup matanya kembali. Inisiatif yang Jungkook lakukan adalah benar, V harus sesekali dicek keadaannya saat sedang sakit seperti itu.
"V aku masuk ya." Jungkook membuka pintu kamar dan menutupnya kembali. Dia duduk V yang sepertinya tak nyaman dengan tidurnya sekarang. Pria itu terus menggigil dingin tapi yang disisi lain dia malah seperti kegerahan dengan keringan yang banyak mengucur deras membuat bajunya juga agak basah. "Hei masih pusing?"
V membuka mata berat dan melihat Jungkook yang sudah ada duduk dihadapan. "Lumayan."
"Mau aku bawain minum."
V menggeleng. "Jangan ke mana-mana, temenin aku tidur sini."
"Memangnya boleh?" Jungkook ragu. Dia sudah bilang tidak akan lama dan kembali ke kamar setelah mengecek keadaan anaknya di sini, dalam lelap tidurnya Taehyung juga pasti sedang menunggu kedatangannya lagi ke kamar.