Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

24. So lucky to have you

1K 100 16
                                        

Tak ada perubahan apapun bahkan ketika waktu hampir berjalan satu bulan kemudian, liburan pergi keluar kota belum bisa terlaksanakan karena satu dan lain hal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak ada perubahan apapun bahkan ketika waktu hampir berjalan satu bulan kemudian, liburan pergi keluar kota belum bisa terlaksanakan karena satu dan lain hal. Saat Jungkook kosong Taehyung yang sibuk, saat Taehyung senggang malah Jungkook yang tak bisa karena urusan mendadak yang perlu diselesaikannya. Bahkan ketika keduanya siap berangkat dan menyempatkan diri untuk mengambil liburan pengganggu yang lain datang mengacaukan sehingga mereka hanya bisa pergi berkencan di sekitaran Seoul tak keluar rumah meski mereka tidak pulang ke rumah dan bermalam diluar. Tidur di hotel atau tempat yang bisa mereka jadikan penginapan. Apapun dan ke manapun tak akan masalah selagi berdua. Hanya berdua antara Jungkook dan suaminya.

V terlalu lengket semakin jelas ingin menyelip di antara dua orang tuanya. Alasan kenapa mereka mengurungkan niatan saat semua urusan hampir menginjak selesai itu karena V yang berkeinginan ikut. Taehyung sudah membeli dua tiket pesawat dan Jungkook menyiapkan satu koper kosong untuk mereka pakai membawa barang bawaan mereka. Semuanya tak jadi, tiket itu hangus begitu saja. Bukan liburan namanya jika anak ikut, Jungkook meniatkan bahwa acara ini hanya quality time berdua dengan Taehyung. Tidak ingin mengikut sertakan siapapun bahkan V sekalipun. Pria itu akan mengacau waktu bermesraan dia dengan ayahnya, apa mereka juga harus sembunyi-sembunyi dan tak bisa leluasa untuk melakukan penyatuan di mana yang mereka inginkan. Di rumah pun sudah sesulit ini apalagi diluar pikirnya.

Hari ini Jungkook pergi ke rumah sakit untuk kontrol kesehatan. Dia merasakan perasaan mual dan membuatnya terus ingin meludah, Taehyung bilang mungkin itu gejala awal asam lambung tapi dibanding dirinya agaknya lebih wajar dirasakan Taehyung karena lelaki itu yang lebih senang meneguk kopi bahkan bergelas-gelas dalam sehari. Benar atau tidaknya Jungkook akan memastikan itu sekarang, jika ia memang terkena penyakit asam lambung itu dia hanya tinggal meminta resep dokter untuk menyembuhkannya.

"Ini bukan asam lambung atau maag."

Jungkook duduk diam mendengarkan bagaimana dokter didepan mulai membaca diagnosis setelah dia diperiksa, dan diberi banyak pertanyaan dan dia patuh menjawabnya. Tapi pernyataan dokter tadi begitu meleset dari pradugaan, ini pasti ada kaitannya dengan sakit perut kekeh Jungkook dihati. Keseringan meludah dan mual ini sudah sangat menyiksa sampai ia harus jauh-jauh pergi memeriksa diri ke rumah sakit. Biasanya jika perkara yang masih terbilang kecil Jungkook akan mengabaikannya dan meminum obat yang lengkap disiapkan di rumah.

"Iyakah, saya pikir saya terkena penyakit itu karena terus merasa mual dan sedikit pusing. Banyak meminum air putih dan tidur mual pada perut tetap tidak mau hilang."

"Setelah saya periksakan tadi kondisi tubuh anda sehat dan bugar, hanya saja anda, bagaimana saya mengatakannya." pria itu ragu. Dia bergerak membuka kacamata, melipatnya dan menyimpannya begitu saja di meja.

"Apa saya terkena penyakit langka pak dokter." Jungkook mulai ketakutan. Kursi didekatkan meski dalam hati ia ingin kabur saja sekarang dan tak usah mendengar pernyataan sakit seperti apa yang sudah menimpanya. Lebih baik tidak tahu daripada mendengarnya ia sakit dan terus kepikiran.

Date Your Father [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang