Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

34. this conversation may never happen

979 95 8
                                        

Pernyataan orang yang mengatakan bahwa orang yang sedang ‘isi’ akan lebih sensitif dan mudah terpengaruhi sedikit banyaknya Jungkook ingin benarkan karena dia sendiri yang merasakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pernyataan orang yang mengatakan bahwa orang yang sedang ‘isi’ akan lebih sensitif dan mudah terpengaruhi sedikit banyaknya Jungkook ingin benarkan karena dia sendiri yang merasakan. Ia jadi dibuat terus-terusan tak merasa tenang dan gundah dengan ucapan orang yang berkali-kali mengucapkan pernyataan yang sama membuat ia tak tenang. Jika memang itu benar memangnya apa yang salah dan untuk apa dibicarakan, kemiripan yang ia miliki dengan wanita yang bernama Jiyeon itu mungkin hanya sebuah kebetulan belaka ‘kan. Entah benar atau tidaknya mitos yang mengatakan bahwa setiap orang memiliki paling tidak tujuh kembaran di belahan dunia yang lain mungkin itu terjadi pada dia dan Jiyeon. Wanita itu adalah kembarannya di antara tujuh orang yang kemungkin juga mirip dengannya.

Tak mengherankan jika hanya wajah tapi bagaimana setiap lekuk penampilannya bisa persis sama, ini membingungkan. Selera penampilan dan kesukaan itu juga harus sama. Jungkook tak mengerti ini. Jungkook ingin membicarakan ini lagi pada Taehyung tapi khawatir dia marah dan meledak, apalagi hal yang menyangkut almarhum Taehyung selalu engan membahas dan menguliknya. Kemarin saja sampai berani membentak dan mengangkat tangan bersiap menampar meski tak jadi, tapi jika ia kembali menanyakannya Taehyung bisa melakukan hal lebih dari sekadar membentak dan menampar. Apakah untuk pertamakalinya ia tak akan segan untuk melakukan kekerasan. Jika sampai terjadi Jungkook mungkin akan merasa trauma untuk didekati dan pengaruh buruk pada yang didalam.

Lupakan dan tak usah didengarkan, terlalu banyak berpikir dan memperberat kepala dengan hal yang tak berguna tak baik untuk kesehatan. Itu juga bisa dimengerti tapi kenapa Taehyung seolah menutupi, seolah berhati-hati dan selalu saja punya alasan saat ia meminta potret wanita itu seperti apa. Semirip apa dan bagaimana agar ia bisa menilai sendiri. Tak ada V yang bisa ia mintai tolong untuk membawa satu foto ibunya padanya, padahal waktu lama V sempat ingin menunjukkan foto ibunya yang pria itu simpan di kamar. Jungkook lupa menyinggungnya. Nanti saja saat pria itu pulang dari luar kota setelah menyelesaikan penelitiannya.

Ting tong!

“Siapa? Mas Kim udah pulang? Masih jam sepuluh pagi kok.” Jungkook yang duduk melamun sendiri dikejutkan dengan suara bel yang dibunyikan. Suaranya bisa terdengar sampai sini. “Kalaupun mas pasti dia sudah nyelonong aja masuk tanpa harus nekan bel kan.”

Karena tekanan bel itu masih berdengung dan ditekan dari luar jadi mau tak mau Jungkook bergegas bangkit dan melihat siapa pelaku yang membuat rumah bising ini. Begitu tak sabaran sampai tak memberi jeda waktu untuk tuan rumah datang dan sampai untuk membuka pintu rumah didepan.

“Iya sebentar,” teriak Jungkook untuk mengisyarakat jika rumah ini tak kosong. Pintu besar yang dalam keadaan tertutup meski tak dikunci itu Jungkook tarik kebelakang yang langsung menampilkan sesosok perempuan yang berpakaian classy dan mahal juga anggun dalam penglihatan. Seperti Taehyung saja, umur boleh tua tapi gaya pakaian dan perawatan yang dilakukannya membuat dia terlihat awet muda. “Oh bibi buat apa datang ke sini,” Jungkook dingin.

Dialah Hyeoyeon. Perempuan ini yang bertandang ke rumah tanpa undangan. Setelah pertemuan mereka terakhir yang tak berakhir baik dia masih punya nyali untuk datang kemari.

Date Your Father [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang