[ HIGHEST RANK]
#1 PROMOTEYOURSTORYINA ;Oct 2018
#1 DYSTOPIAN ;Oct 2018
#2 NCTFANFIC ;July 2018
#3 CRIMINAL ;May 2018
#31 JUNGJAEHYUN ;May 2018
Midas (bahasa Yunani: Μίδας) adalah salah seorang raja dalam mitologi Yunani. Dia adalah figur yang terke...
Sejak pagi, Shotaro sudah memberitahu jika sesi pengembalian ingatan yang kedua akan di lakukan di ruang kerja Tuan nya. Ruang kerja Yuta. Tepat sepuluh menit sebelum sesi nya mulai, seseorang menjemputku.
Jeno.
Sejujurnya baru kali ini aku bisa benar-benar melihat dari dekat fitur wajah pemuda itu. Aku rasa memang sudah mengalir di dalam darah mereka, Jaehyun-Jeno. Ketampanan yang pasti membuat gadis-gadis rela menjambak satu sama lain hanya untuk mendapatkan perhatian kedua kakak beradik ini.
Aku pasti akan tertawa karena merasa bodoh sudah percaya jika Jaehyun menyukaiku jika tidak sedang di awasi Jeno.
"Hai." Ucapku datar sambil menutup pintu kamar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pemuda itu sempat mengerutkan alis namun dia berputar seketika itu juga ketika apa yang tadi ada di benak si pemuda sudah tidak dia pedulikan. Jeno mulai menunjukkan jalan tanpa berkata sepatah katapun. Yah, aku juga tidak mengharapkan dia berbicara padaku.
Aku seorang tawanan.
"Kenapa bukan Shotaro yang mengantarku?" tanyaku lagi sambil berusaha mengikuti langkah Jeno. Lagi-lagi tidak berharap dia menjawab, mungkin Jeno sendiri pun tahu bahwa aku sebenarnya tidak mengharapkan satu kata pun dari mulutnya.
"Apa dia sedang sibuk?" Aku mengangguk pada diriku sendiri, "Tidak heran sih, mungkin karena ada acara The Fire. Sebenarnya perayaan apa itu? Pesta?" aku membenahkan letak rambut jambang yang tidak ikut terkepang ke belakang telinga. Sesi pengembalian ingatan pasti akan membuat aku berkeringat lagi dan tidak sadarkan diri seperti kemarin. Maka dari itu aku tidak mau terlihat terlalu menyedihkan meski berantakan.
"Oh, bukan apa-apa aku hanya penasaran saja. Cuma Shotaro yang bisa membuatku terhibur disini tidak seperti prajurit Yuta yang lain, oh—jangan tersinggung oke. Walaupun aku tahu dia juga tidak bermaksud untuk berteman denganku."
Jeno benar-benar tidak menghiraukan ku meski dia mendengar semua pertanyaan yang terlontar.
Dengan tiba-tiba, ingatan itu pun kembali. Ketika malam festival, Jeno yang sudah tahu dari awal tentang identitas ku. Mereka sudah tahu siapa aku. Apakah Jaehyun yang memberitahu Jeno? Apakah Jaehyun juga tahu Mark menjemputku? Lalu memberitahu Yuta.
Apakah aku adalah umpan? Agar kaum pemberontak bisa menangkap Mark. Jadi Jaehyun benar-benar memanfaatkanku, menggunakan perasaanku? Ya Tuhan, harus berapa kali lagi aku meyakinkan diriku sendiri?
Aku berhenti, atau aku tidak sadar aku sudah berhenti. Tapi aku tahu, aku tidak bisa mempercayai siapapun bahkan Mark yang aku kira dia adalah keluarga.
"Hey!" Jeno memanggilku, aku tahu itu suara Jeno.
Aku melihat ke arah depan. Kosong.
Lorongnya kini asing. Ini bukanlah lorong yang pernah aku lewati ketika di seret masuk ke penthouse Yuta. Aku yakin aula festival sudah terlewat sejak tadi sekali, tapi aku tidak yakin aku pernah menjelajahi area penthouse Yuta di titik dimana aku berdiri sekarang. Aku bahkan tidak yakin aku masih berada di penthouse Yuta.