Amy mendengar suara desingan lirih angin.
Dan teramat untuk waktu yang berjalan sangat cepat pada saat ini. Rasanya aneh berada sangat dekat dengan pemuda yang beberapa hari ini selalu terlewat di pikiran kacau Amy. Seakan-akan Jaehyun menjadikannya individu yang Amy baru tahu ada didalam dirinya.
Ia sudah agak lama memejamkan mata sementara Jaehyun, di depannya, mengemudikan motor Harley nya tanpa banyak berkata.
Mereka lebih memilih terdiam, dengan masing-masing anggota tubuh yang saling membiarkan untuk bersentuhan dalam dekapan Amy.
Rasanya menyenangkan seperti ini, berdekatan. Menyapa rembulan dengan senyuman tipis mereka berdua. Keelokan sang malam sudah menghipnotis hati dua insan yang sedang berjalan menuju perjalanan yang hanya ada akhir. Dan mereka tidak bisa memilih. Sekalipun memilih, hasil akhirnya pun tetap sama.
Di dunia ini tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka.
Kata-kata Mark dan Doyoung tentang identitas mereka terasa tidak masuk akal saat ini. Keegoisan macam apa yang orang-orang bodoh itu perjuangkan untuk meraih kemenangan golongan mereka?
"Amy, lihat itu." Jaehyun memecah suasana dengan nada pelan yang masih terdengar walaupun disertai deru mesin. Suaranya lembut beriringan dengan melodi abstrak sang angin.
Amy membuka matanya, membiarkan kenyataan melukai harapan yang baru dibuatnya. Lalu melihat ke arah ucapan Jaehyun.
Jauh, disana, ada sepetak bidang luas yang terbiaskan cahaya warna-warni. Pancaran lampu-lampu ramai terlihat di sudut mata gadis itu. Ia teringat sesuatu, taman hiburan. Kedua orang tuanya selalu mengajak Amy ke taman hiburan untuk merayakan ulang tahunnya.
"Disana sedang ada festival, lebih baik kan daripada terkurung dirumah."
"Sangat." Amy mengangguk di atas bahu Jaehyun, lalu senyum menghiasi bibir berwarna delima Amy yang dilihat si pemuda dari kaca spion.
Jaehyun menepikan motornya didepan sebuah toko roti yang sudah tutup. Mereka sudah berkendara kurang lebih sepuluh menit. Dan di ujung jalan sana, area taman terlihat megah oleh banyaknya cahaya menari-nari di tengah kebusukan dunia. Kebohongan seperti ini hanya akan menambah dunia yang mereka hidupi semakin mengasihani takdir para penunggunya.
Amy berdiri di bawah plang setengah lingkaran yang bertuliskan "Paradise Land". Gadis itu melihat ke atas. Biasanya ia di gendong di bahu ayahnya, tangannya di rentangkan lebar-lebar lalu ayahnya akan bermain pesawat-pesawatan.
"Hey, kau kenapa?" tanya Jaehyun pelan.
Amy keluar dari memorinya, menengok , mata keemasan Jaehyun melahap ketakutannya. Entah apa penyebabnya setiap Jaehyun mengerutkan kening padanya, ia merasakan ada keingintahuan yang besar dibalik semua itu.
"Wah wah..kau terpesona melihat ku." matanya memicing.
"Maaf?" balas Amy.
"Aku tahu mataku ini indah, banyak yang mengatakannya kok."
"Kau sedang tidak kelilipan batu kan? karna yang kau lihat salah."
"Benarkah? tapi kenapa muka mu memerah?"
Amy menyilangkan tangan di depan dada, "Dengar ya, kita berbeda. Kau menghargai golonganmu begitupun aku." Amy hampir menghujat dirinya sendiri karena membuka topik itu lagi.
"Setelah ku pikir-pikir, bukannya itu bagus, perbedaan untuk saling melengkapi." Jaehyun tersenyum, ada sirat tajam dari wajah pemuda itu.
"Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Midas | NCT Jaehyun [BAHASA]
Fanfiction[ HIGHEST RANK] #1 PROMOTEYOURSTORYINA ;Oct 2018 #1 DYSTOPIAN ;Oct 2018 #2 NCTFANFIC ;July 2018 #3 CRIMINAL ;May 2018 #31 JUNGJAEHYUN ;May 2018 Midas (bahasa Yunani: Μίδας) adalah salah seorang raja dalam mitologi Yunani. Dia adalah figur yang terke...
![Mr. Midas | NCT Jaehyun [BAHASA]](https://img.wattpad.com/cover/140844717-64-k867281.jpg)