19 : Another Kiss

1.9K 259 25
                                        

Pemuda itu berdiri di depannya sehabis memukul Lucas, muka ketusnya terlihat walaupun di tengah bayang-bayang gelap sejauh mereka bisa melihat. Namun untuk ukuran wajah Jaehyun yang terdefinisi dengan baik, dalam gelap pun ia terlihat tetap mempesona. Amy harus berkedip berkali-kali untuk tidak terlalu tersihir karenanya.

Karena, demi Tuhan. Berdekatan dengan Jaehyun ketika ia balik memandangimu adalah hal yang sangat menyiksa.

Pada akhirnya, Amy bisa melihat bintang-bintang pada mata keemasan itu setelah lama mengamati. Entah apa yang membuatnya membayangkan demikian. Ia tahu Jaehyun sangat membuatnya ingin melemparkan diri dalam dekapan dan mengusap rambut pendek di bagian belakang lehernya. Menelusuri leher jenjang lalu kepundaknya yang lebar yang ditutupi parka hitam.

Ia selalu penasaran bagaimana rasanya menyentuh Jaehyun tanpa ragu-ragu, mungkin sedikit membalas ciumannya. Hal yang beberapa jam lalu tidak sanggup dia lakukan. Dan sekarang bintang-bintang ini sangat mengganggu fokus penglihatan Amy.

Pikiran Amy kembali untuk menampar dirinya keras-keras seperti mengingatkan kembali fakta yang membuatnya gentar. Dan bagaimana ia sangat membenci hal itu. Membunuh golongannya sendiri. Ia lupa bahwa Jaehyun adalah tipe orang yang kau kira tidak akan melakukan itu tetapi nyatanya dia melakukan itu.

Seburuk apapun pandangan orang lain tentang membunuh sesama manusia dalam ke porak-porandaan semacam ini tidak akan seburuk pandangan Amy pada Jaehyun yang membunuh orang yang tidak berdaya barusan. Setidaknya penduduk markas harus di lindungi, karena dengan alasan apapun juga, mereka hanya menaati perintah yang di berikan oleh sang atasan. Bukannya mereka bersatu karena kesamaan pikiran serta tujuan? Bukannya Jaehyun bilang dia melindungi orang-orangnya? Lalu apa landasan dia tentang kelakukannya kali ini? Apa hanya untuk membuat gadis itu percaya padanya bahwa dia sudah melindungi Amy?

Amy kalut, ia tidak tahu harus berterima kasih atau membenci Jaehyun karena mengorbankan nyawa seseorang dari golongan Pemberontak.

"Kenapa kau membunuh golonganmu?" nadanya pahit, seperti Amy tahu akan merasa begitu tetapi dia tetap melontarkannya.

"Golonganku?" kata Jaehyun meyakinkan jika dia tidak salah dengar. "Kau pikir makhluk seperti itu adalah golonganku? Terimakasih sudah melemparkan ini seakan-akan ini adalah salah golonganku padahal kau yang lebih tahu-"

"Stop! Amy, tidak tahu apa-apa." bela Lucas dari belakang, kedua matanya melebar. Hampir saja Amy lupa tentang ke eksistensian Lucas yang kini sudah berdiri tegak sambil mengamati mereka.

Apa maksud Jaehyun? Orang itu bukan golongannya? Dan ada apa sebenarnya? Mengapa Lucas menghentikan ucapan Jaehyun?

Alih-alih bau mint yang sedari tadi menggelitik relung hatinya, kini ia mencium bau amis darah segar yang lagi-lagi berasal dari belakang, tempat dimana Jaehyun menembak orang yang entah siapapun itu sampai mati.

Darah adalah materi yang selalu ia hindari karena esensi akan efek nya terlalu rumit untuk bisa dijelaskan secara ilmiah terhadap tubuhnya.

Amy bergetar, dia ingin cepat-cepat lari dari tempatnya berdiri. Jauh dari kubangan darah si mayat yang didalam pikirannya kini darah tersebut mungkin sudah membasahi dasar sepatu Amy. Jauh dari pemicu memori-memori buruk itu naik ke permukaan. Tentang tubuh ayah dan ibunya berlumuran darah di lantai sebelum akhirnya gosong dilalap api.

Tapi jika ia berlari, ia takut, takut pemuda itu tidak menyusulnya untuk kali ini. Jika iya, maka dirinya pasti menyesal sudah berlari. Setidaknya kini setelah ia tahu orang itu ternyata bukan golongan Jaehyun, gadis itu merasa sedikit lega.

Dan di satu sisi ketika ia menatap ke depan untuk memperoleh sedikit kekuatan dari bintang-bintang di mata Jaehyun, ia melemah. Kekuatannya terserap habis keluar oleh daya yang berpusar di ujung kakinya yang menyentuh tanah. Bumi mencuri kekuatannya. Bintang-bintang di mata Jaehyun semakin bersinar. Amy tahu tubuhnya sudah tidak kuat melawan memori dan mimpi buruk yang sedari tadi ingin menguasainya.

Mr. Midas | NCT Jaehyun [BAHASA]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang