Lee Juyeon x Moon Kevin x Lee Jaehyun
That time when Juyeon wants a dick up his ass and it is Jaehyun's
Warning : pwp; threesome; neighbor!milkev; switch; face-fucking while getting fuck
.
.
***
Kehidupan domestik Juyeon berubah setelah kejadian cinta semalam. Dia tetap tinggal di unit ujung dekat tangga, mendengarkan desahan Kevin yang diresap pembatas, terkadang menyelinap ke ruangan dibanding masturbasi sendirian.
Benar kata mereka, pintu Kevin selalu terbuka untuknya. Tapi, bagaimana kalau pintu Kevin memang tidak pernah dikunci? Bukankah semua orang bisa masuk?
Juyeon ingin menanyakan namun sering terbungkam lantaran terhipnotis pada keadaan Kevin setiap dia bertamu. Terkadang cuman pakai kaos tanpa celana, tentu saja satu set celana dalam renda menjadi pemanis di selangkangan, senyum merekah menyambutnya ketika ia masuk.
Seperti sekarang.
"Hey, Ju.." kali ini Kevin ditemukan hanya menggunakan apron sebagai penutup badan, tubuh tanpa sehelai benang tengah memasak sesuatu di dapur. Juyeon, baru saja pulang kuliah, lelah setengah mampus, pengen manja-manja jadilah dia memutuskan mampir ke rumah tetangga sekaligus kekasih barunya, meminta perhatian. Lengan panjang mengalung di pinggang ramping, mengundang tawa geli.
What a lucky human being. He got two hot boyfriends at the same time.
"Kamu nggak ada kelas?
"Satu doang tadi pagi," jawab si Manis tidak merasa terganggu sama sekali, tangan mengaduk sup yang mengepul-ngepul memanaskan wajah, tapi aroma harum menyerbak di rongga hidung masing-masing. Salah satu kesukaan Juyeon dari Kevin adalah bakat alami memasaknya, selain tubuhnya yang sedap tentu saja, hehe.
"Enak banget," gumam Juyeon merujuk pada dua hal, aroma leher si Manis atau aroma masakan di atas kompor. Kevin tersenyum kecil, menoleh sedikit lalu mendaratkan kecupan di pipi, seakan hal tersebut sudah biasa mereka lakukan bersama meski baru saja menjalani hubungan tiga arah ini.
"Enak yang mana, heum?"
Juyeon menyengir, merekatkan tubuh lebih erat, menyisipkan gundukan setengah tegang di belahan pantat nan polos, bak mengundangnya untuk meremas, memainkan, maupun menyantap macam makanan bintang lima. Kevin yang melihat gerak-gerik pemuda lain buru-buru mematikan kompor, bergeser sedikit agar tidak sulit menungging nanti.
Mendapat persetujuan tanpa kata terucap menyebabkan Juyeon mengumpat pelan, langsung saja menciumi mulai tengkuk ke punggung mungil, mencicip asin keringat yang menaikkan libido sendiri sambil menarik lekukan pinggang supaya membungkuk di atas nakas dapur, Kevin menggigit bibir, rela menolehkan kepala demi melihat aksi si pacar.
"Ngh.. Juyeon.."
Juyeon mengecupi permukaan bantalan empuk, sebelah kiri terlebih dahulu sementara sebelah kanan diremas menggunakan telapak tangan jumbo. Kevin mengerang halus, menumpu badan dengan kedua siku. "Please.. Please.." deru napas hangat menghampiri liang, hidung mancung terlesak di belahan sesekali menjilat hati-hati, bagai memberi jilatan percobaan untuk mengetes seberapa 'ingin' Kevin dimakan. Tentu saja kerutan otot berdenyut kaget terhadap interupsi, berusaha terus digapai sedalam mungkin.
"Sllrrp.." bibir Juyeon tidak henti mendendangkan campuran bunyi ludah yang tercipta membasahi dinding. Indra pengecap menyusup segera dijepit menyebabkan adiknya menyempit di balik jeans. Kedua tangan menangkup pipi lalu melebarkan ke samping, menjangkau apa yang ia bisa rasakan lewat lubang merah muda tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOYZ SOLID GOLD🔞✔
FanfictionKumpulan Oneshot🔞 untuk beberapa kapal The Boyz (mostly kesukaan Finn; Noname; Nett) ⚠️ : kalian tau ini dewasa kan? Ya benar. Dan jika rating 18 sudah ditaroh di judul itu berarti kalian siap dengan konsekuensinya saat membuka isi cerita ini ⚠️res...
