Kim Younghoon x Lee Juyeon
.
.
.
Perasaan dilemma adalah kawan Juyeon sekarang dan perkataan Chanhee tempo lalu makin meresahkan isi hatinya terhadap bos dan istri kesayangan.
Warning : time for bbangju to shine
***
Kembali lagi bersama Juyeon, si pemuda dilemma sepanjang masa. Dia baru saja keluar dari kamar mandi saat kilas balik 'threesome' di rumah Younghoon beberapa minggu lalu menghantam saraf-saraf di memori. Tiba-tiba kelopak mata menutup pandangan, sempat terhenti sejenak di ambang pintu kayu.
Sialan.
Kata-kata Younghoon, tentang keluar di dalamnya, terus terngiang di benak. Dia masih mengingat setiap variabel, suku kata, intonasi, serta air muka sang atasan ketika mengucapkannya sesantai orang berjemur di pantai. Tiada hambatan, halang rintang terbuang jauh-jauh seakan mereka sedang membicarakan cuaca dibanding mengutarakan keinginan.
Apakah dia mau?
Apakah Juyeon mau menjadi pihak yang dimasuki? Seperti dia menggagahi Hyunjae tempo lalu, merasakan lubang hangat nan basah menyelimuti batang, tidak mau dilepaskan begitu saja, seperti.. dinding Hyunjae menyesuaikan bentuk penisnya. Apakah dia mau menerima Younghoon di liang? Memijat kejantanan tak jauh berbeda milik bosnya sembari memandang ekspresi yang akan dibawakan saat ia menyempitkan ruang?
Juyeon menegak ludah, mendadak pening sebab dihantam terlalu banyak pertanyaan. Kenapa sih dia tidak tanya aja? Atau meminta langsung?
'Pak, Bapak jadi mau keluar di dalam saya?'
No, Juyeon. Too desperate.
'Pak.. soal tawaran Bapak kemarin.. saya pingin coba..'
For god's sake Juyeon, kamu kayak anak SMA minta dipecahin keperjakaannya sama senior.
'Pak..'
'Pak..'
Sudahlah. Juyeon menyerah saja kalau banyak keraguan dan kebimbangan. Lagian bukannya itu sakit pas pertama kali? Eh tapi Hyunjae bisa sampai rangkap dua, dan Kevin pun waktu sama dia meminta lebih, berarti tidak terlalu buruk bukan?
Kepada siapa dia meminta pertolongan tentang hal ini huh? Kala pertama menjadi pihak bawah, rasanya Juyeon harus belajar dari awal.
Bagaimana dengan Karina? Tsk, Karina itu penyuka wanita, dan liangnya punya pelumas otomatis supaya tetap basah tanpa perlu disentuh secara langsung. So pasti, tidak.
Hyunjae? Hell no, Juyeon tidak mau kehilangan kemaskulinan di depan istri bos. Dia tak ingin Hyunjae menggodanya habis-habisan apabila ia meminta pertolongan di bagian sana. Raut wajahnya bisa langsung dibayangkan.
Bagaimana dengan Kevin? Dia hampir tersedak sesuatu tak kasat mata, apa sebenarnya bagus meminta bantuan Kevin? Dia sudah punya pacar kan? Dan bagaimana responnya saat tahu Juyeon ingin membereskan loteng berdebu karena tidak pernah dipakai sama sekali?
Ah, mungkin Chanhee pilihan yang lebih baik. Daripada dia dihinggapi kecanggungan bersama mantan teman tapi mesra mending dia menanyakan ke sahabatnya segala sesuatu yang berkaitan di belakang. Kebersihan, persiapan, sampai ke titik sensitif di dalam.
Entah kenapa, dia ingin sekali mencoba melakukannya, menatap Younghoon di atas badan, dibuai mesra, dibisiki kalimat-kalimat sensual, membuncahkan dada maupun hasrat di perut dan bola. Bagaimana rasanya benda serupa penisnya masuk memenuhi lubang sempit tak terjamah, atau rongga mulut pun tidak masalah. Apakah Younghoon akan menggeram? Mengatakan soal Juyeon menjadi anak baik? Menerima semua perlakuan pria lebih tua hingga ia menangis akan rasa sensitif di permukaan? Damn, he's a simp for praises.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOYZ SOLID GOLD🔞✔
Fiksi PenggemarKumpulan Oneshot🔞 untuk beberapa kapal The Boyz (mostly kesukaan Finn; Noname; Nett) ⚠️ : kalian tau ini dewasa kan? Ya benar. Dan jika rating 18 sudah ditaroh di judul itu berarti kalian siap dengan konsekuensinya saat membuka isi cerita ini ⚠️res...
