Lee Juyeon x Ji Changmin
Bagaimana bisa Changmin tidur sangat pulas setelah berbohong pada Juyeon?
Warning : manipulative ji changmin; slight!bbangkyu
.
.
.
***
"Aku masih ada kelas tambahan, Ju, kamu pulang duluan ya," senyum itu, senyum manis berlesung pipi membuncah di permukaan wajah ketika Changmin meminta izin untuk membatalkan acara pulang bersama mereka. Juyeon hanya menatap kekasihnya dalam diam, menelisik kebenaran atau lebih buruk, kebohongan yang tidak tersampir di pupil mata.
Kata orang, mata adalah jendela kehidupan. Seseorang dapat melihat sesuatu lewat iris mata saja. Entah itu kejujuran, ketakutan, kebahagiaan, atau segala macam bentuk emosi yang dirasakan si pemilik.
Namun di mata Ji Changmin sekarang ada kesungguhan berbuahkan kebenaran meski Juyeon mengetahui makna sebenarnya. Tidak tahu kenapa, selalu lolos di sisi rasional si pemuda, apa karena dia terlalu cinta sama Changmin?
"Besok aja berarti," gumamnya mendapat anggukan antusias serta kecupan sayang tepat di pipi. Hangat sih, cuman terasa hampa. Juyeon ingin sekali menolak tetapi lemah terhadap pesona sang kekasih di hadapan. Dia masih berpijak di posisi walau punggung Changmin lenyap di antara kerumunan mahasiswa lain. Ah. Sial banget, pelet pacarnya manjur sekali sampai dia bertekuk lutut dan patuh menyanggupi. Mengiyakan segala bentuk alasan, belaka atau tidak.
Juyeon menyerah, menyeret kaki berlawanan arah, pulang sendiri juga sudah biasa ia lakukan sehari-hari toh mengapa ia harus kecewa karena Changmin pergi. Sudah belasan kali kekasihnya mengucapkan kelas tambahan, seolah menjadi kode untuk sesuatu yang tidak dimengerti.
Sampai ketika ia melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana Changmin bergelayutan manja dengan kakak tingkat di pusat perbelanjaan kota. Tak mengetahui keberadaan Juyeon di belakang, sibuk bersandar di lengan kekar terbalut kemeja Bvlgari, lesung pipi favoritnya terbentuk seiring senyum merekah beradu tatap dengan pria di samping. Juyeon tidak marah, oh, dia tidak bisa marah, itu salah satu sifat bawaan yang disenangi Changmin, selalu menelan bulat-bulat walau sedang berada di puncak kekesalan sekalipun.
Begitu malam tiba, Changmin tiba-tiba muncul memberi kejutan di depan apartemen. Wajah berseri-seri sembari memeluk Juyeon erat.
"Judulku diterima sama dosen!"
Juyeon menegak ludah pahit, kerongkongan mendadak kering lantaran tak dapat berkutik, selain mengalungkan lengan di pinggang mungil tentu saja. "Selamat, Sayang." ucapnya tulus nan sungguh-sungguh namun kaku setengah mampus. Changmin tersenyum lebar, menarik tengkuk Juyeon agar bibir mereka menyatu, melumat lembut agak menekan kuat-kuat.
"Ayo kita rayain!"
Si Tampan meringis, berani mengangguk menyetujui lalu mengekori langkah antusias Changmin ke kamar sendiri. Pemuda itu telah mempersiapkan diri, jika kalian bisa melihat sebuah celana dalam renda membaluti pinggang langsing.
Di sisi lain Juyeon sedih, di sisi bejat burungnya berdiri.
Ayolah, dia bukan cowok munafik, okay? Disuguhi pameran gratis berupa Ji Changmin menggunakan panty comel sudah pasti berhasil menaikkan si adik, menggeliat tak sabar ingin bertemu sarang kesayangan.
Sayangnya, mungkin sarang yang dimaksud sudah pernah ditamu burung lain🥲.
Changmin bergerak gemulai, luwes karena punya postur kecil nan lentur, efek mereka sama-sama mengambil kelas tari tapi tidak juga membentuk Juyeon elastis. Dia malah kaku macam batang pohon, kontras dengan gerakan sang kekasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOYZ SOLID GOLD🔞✔
FanfictionKumpulan Oneshot🔞 untuk beberapa kapal The Boyz (mostly kesukaan Finn; Noname; Nett) ⚠️ : kalian tau ini dewasa kan? Ya benar. Dan jika rating 18 sudah ditaroh di judul itu berarti kalian siap dengan konsekuensinya saat membuka isi cerita ini ⚠️res...
