Assalamualaikum.....
Ingetin typo!!!
.....
****
Satu Minggu hampir berlalu, dan mungkin keesokan harinya Raffa harus kembali ke rumahnya, ke aktivitas sehari harinya, melanjutkan kuliahnya dan juga pekerjaannya.
Sudah dua hari ini ia tidak pernah melihat keberadaan Ning Aila,padahal sebenarnya ia ingin berpamitan pada gadis belia itu,
Salah gak sih kalau Raffa menaruh perhatian lebih kepada gadis yang kabarnya akan dijodohkan dengannya.
"Gus! Eh...mas Raffa" ucap Haris yang membantu membereskan buku buku milik Raffa,besok sehabis subuh rencananya mobil yang menjemputnya sudah tiba.
"Ada apa ris?"
"Mas Raffa gak ada niatan memperpanjang masa mengajar disini?jujur saya merasa banyak belajar selama jadi teman sekamar mas" ucap Haris
"Aduh ris, aku itu sebenarnya gak ada jadwal untuk ngajar disini,ilmu aja masih cetek gini,mau sok sokan jadi guru cuma karena yang minta kakek Ibnu langsung jadi aku usahain,dan sekarang ini aku harus mulai bimbingan untuk skripsi" jelas Raffa disertai senyumnya.
"Gitu ya mas, tapi mas ada niatan kesini lagi kan?"
"Untuk apa ris?"
"Ya untuk jadi Gus disini"
"Aku aja lari dari pesantren keluargaku ris" ucap Raffa disertai tawa kecilnya
Memang benar,ia bahkan lebih memilih hidup diluar pesantren karena merasa berat dengan sebutan Gus.
"Mas...ngapunten saya boleh nanya?"
"Tanya aja ris gak usah sungkan"
"Ada kabar burung yang mengatakan kalau mas Raffa bakal dijodohin sama Ning Aila benarkah demikian?"
Sebelum menjawab, Raffa malah tersenyum tipis sembari memandang Haris sejenak "jodoh mana ada yang tau ris, tapi doakan saja" ucap Raffa yang diakhiri dengan tawa kecilnya.
"Lagian dari dulu pertanyaan kamu gak jauh jauh dari itu,sampai hampir bosen aku'
Haris hanya mengangguk beberapa kali,disertai wajah kikuk.
"Tapi ris!"
"Inggih mas"
"Kalau aku minta bantuan kamu boleh?"
"Bantuan nopo mas?"
"Kalau boleh aku mau minta kamu buat ngabarin aku tentang Ning Aila,ya misal dia mau lanjut sekolah dimana gitu,bisa?"
"Jadi ceritanya aku jadi mata mata gitu mas?"
"Gak bener tapi gak bisa dikatakan salah juga,anggap aja informan, gimana?"
"Terus saya ngabarin mas Raffa gimana?"
"Nanti aku kasih nomer telfon,tenang aja!"
"Siap Gus, eh mas!"
****
Sore harinya setelah sholat ashar, Raffa mendatangi ndalem , menemui kakek Ibnu beserta anak dan menantunya alias orangtua Aila.
"Sudah tidak bisa diperpanjang lagi ya disini?" Tanya kakek Ibnu memulai pembicaraan.
"Mboten saget kakek" ucap Raffa menyesal, "Raffa harus segera bimbingan untuk nyusun skripsi biar cepat lulus" tambahnya.
"Biar apa coba? Kamu juga menolak disuruh nerusin pondok keluarga itu" masih kakek Ibnu yang berujar.
"Insyaallah masih ada Abi sama umi kek,kalau Raffa masih mau mencari pengalaman di luar, cari tabungan juga" ucap Raffa disertai tawa malu malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tasbih Cinta
Historia CortaBagaimana rasanya dilamar oleh 3 orang sekaligus dalam waktu bersamaan? seneng? dilema? gak tau harus gimana? Yang ada malah bikin pusing "Insyaallah Allah telah menyiapkan jodoh terbaik untukku" "kemanapun kamu pergi,aku percaya hanya aku tempatmu...
