Hallo, malam semua.
Sebelum lanjut baca jangan lupa tekan bintangnya!!
VOTE!!
VOTE!!
VOTE!!
Happy reading...
***
"Dek, wajah kamu kenapa?"
Hari sudah berganti dengan malam. Kini Anala dan Zerdam sedang melakukan makan malam nya.
Dahi Zerdam berkerut saat melihat wajah adiknya yang memar dan berwarna keunguan.
"Ini... Bukan apa apa. Ana tadi kena bola." jawab nya gugup.
"Jangan bohong. Mereka ngebully kamu lagi?"
Walaupun Anala sudah pernah membicarakan tentang ia sering di bully pada kakak nya saat dulu, namun ia masih tak berani jika harus terus mengadu pada kakaknya.
Anala menggelang cepat. "Nggak, Ana gak di bully kok."
Meski Anala tidak mengatakan yang sebenarnya, namun Zerdam tau dia sedang berbohong. Terlihat dari wajah nya.
Zerdam berdiri dari duduk nya lalu mengahampiri Anala. Dan kemudian ia merangkul adiknya itu dengan Anala yang langsung menundukkan kepalanya.
"Dek, kakak kan udah bilang kalo ada yang jahat sama kamu ngomong sama kakak." ucap nya lembut.
Dan detik berikutnya setetes cairan bening meluruh ke pipi Anala. Mendengar ucapan kakak nya seperti itu membuat hati nya sakit seketika. Sakit oleh rasa terharu.
Lain hal nya dengan Zerdam, ia mencoba menahan amarah yang sudah menyeruk ke dalam diri nya. Rasa benci terpancar dari wajah nya.
"Kamu tau kan kakak disini buat jagain kamu, urusin kamu jadi kalo ada apa apa kamu ngomong sama kakak. Kalo kamu gak terus ngomong sama kakak gimana kakak mau nolongin kamu, kalo kakak gak nolongin kamu, nanti Mama sama Papa bakalan ngambek sama kakak. Emang kamu mau Mama sama Papa ngambek sama kakak disana?" ucap nya panjang lebar.
Anala hanya menggelengkan kepalan nya pelan.
"Gamau kan, jadi jawab pertanyaan kakak. Kamu di bully lagi?"
Seketika Anala memeluk tubuh Kakaknya itu. Nangis sejadi jadi nya. Ia tak kuat jika sudah membicarakan tentang dirinya bersama Kakak nya. Dan pelukan nya di sambut hangat oleh Zerdam. Di elus nya punggung Adik nya itu pelan, mencoba memberi ke tenangan.
"Maafin Ana kak, Ana gamau nyusahin kakak kalo Ana terus terusan ngomong sama kakak, Ana gamau beban kakak bertambah hanya karena omongan Ana." nafas nya terengah engah karna tangisan nya yang tak henti.
"Heii, siapa yang nyusahin? Kakak gak ada pikiran seperti itu, ingat kamu itu adik kakak satu satu nya cuma kamu yang kakak punya sekarang dan kamu udah jadi tanggung jawab kakak buat urusin kamu."
Meski ucapan nya lembut namun percayalah bahwa saat ini hati nya sudah sangat terbakar oleh api amarah yang mengebu gebu. Bahkan tangan nya mengepal di balik punggung Anala.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSEY ZAYDEN [END]
Novela Juvenil[FOLLOW SEBELUM BACA!!] - - - Sederhana, menceritakan Arsey Zayden anak broken home yang di pertemukan dengan gadis yatim piatu dan bersahabat dengan gadis yang memiliki keluarga cemara. "Kebahagiaan memang nyata tapi belum tentu untuk kita."-Arsey...
![ARSEY ZAYDEN [END]](https://img.wattpad.com/cover/298472373-64-k768421.jpg)